0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Dorong Budaya Riset, STAINERS ACADEMY Bekali Puluhan Mahasiswa Skill Menulis Ilmiah

Dorong Budaya Riset, STAINERS ACADEMY Bekali Puluhan Mahasiswa Skill Menulis Ilmiah

Madiun, 20 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun terus bergerak mengasah nalar kritis dan kapasitas akademik mahasiswanya. Melalui program unggulan STAINERS ACADEMY, BEM menggelar pelatihan karya tulis ilmiah (KTI) berbasis riset yang diikuti secara antusias oleh sekitar 60 peserta di lingkungan kampus.

Pelatihan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan klasik yang kerap dihadapi mahasiswa, mulai dari kebingungan menyusun kerangka berpikir hingga kesulitan mengolah data menjadi argumen yang sistematis. Melalui pendekatan praktis, peserta tidak hanya diajari teori penulisan makalah dan jurnal, tetapi juga dilatih mengubah pemikiran yang sekadar deskriptif menjadi analitis dan berbasis data yang kuat.

Untuk memastikan materi tepat sasaran, acara ini menghadirkan dua akademisi STAINU Madiun, yakni Novita Kusumadewi, M.Pd., dan Jeny Kusdemawati, M.A. Keduanya memandu sesi secara aplikatif dan interaktif. Lewat kombinasi diskusi dan praktik langsung, para narasumber sukses memantik kepercayaan diri mahasiswa untuk mulai merangkai gagasan mereka ke dalam format ilmiah yang terstruktur.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Fuad Durrosyat, menegaskan bahwa STAINERS ACADEMY bukan sekadar program kerja rutin organisasi kemahasiswaan. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pada area pendidikan dan penelitian.

“Kami menghadirkan ruang ini agar mahasiswa STAINU lebih percaya diri dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Harapannya, mereka tidak hanya vokal dan aktif saat berorganisasi, tetapi juga tajam dan unggul dalam literasi keilmuan,” pungkas Fuad.

STAINU Madiun Gelar Asesmen Lapangan Daring Akreditasi Prodi Hukum Ekonomi Syariah

STAINU Madiun Gelar Asesmen Lapangan Daring Akreditasi Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Madiun, 19 Juni 2026 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun sukses melaksanakan tahapan Asesmen Lapangan secara daring untuk Akreditasi Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Kegiatan penting yang diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor: 780/BAN-PT/SPT-AK/A/2026.

Proses Asesmen Lapangan daring ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 18 hingga 20 Juni 2026. Tim Asesor BAN-PT yang ditugaskan secara khusus untuk menilai kelayakan Prodi HES STAINU Madiun terdiri dari dua pakar di bidangnya. Asesor pertama adalah Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, dan asesor kedua adalah Dr. Yayan Sopyan, S.H., M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Kegiatan yang terpusat di kampus STAINU Madiun ini dihadiri langsung oleh sejumlah figur penting yang terlibat aktif dalam pengembangan prodi. Turut hadir perwakilan Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BPPT NU) Madiun, Ketua dan Wakil Ketua STAINU Madiun, Ketua Program Studi HES, pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), serta jajaran dosen. Tak hanya itu, elemen penting lainnya seperti mahasiswa, alumni, serta stakeholder (pengguna lulusan eksternal) juga turut berpartisipasi dalam sesi khusus.

Rangkaian asesmen pada hari pertama diawali dengan pembukaan, perkenalan panel asesor, serta penandatanganan Pernyataan Asesmen Lapangan bersama Pimpinan UPPS. Sesi dilanjutkan dengan wawancara komprehensif antara Tim Asesor dengan Pimpinan UPPS dan Koordinator Program Studi untuk mengonfirmasi rencana pengembangan, sistem tata pamong, sistem pengelolaan, serta capaian yang telah dilaporkan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sinkronisasi dan penetapan Data LKPS final yang krusial sebagai dasar penilaian kuantitatif. Selain itu, asesor juga secara mendalam menelaah pelaksanaan, hasil, dan efektivitas proses Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di UPPS yang meliputi seluruh siklus PPEPP, bersama tim pelaksana penjaminan mutu.

Sepanjang kegiatan, fokus utama asesor adalah mengonfirmasi kesesuaian antara data dan informasi yang tertuang dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) / Borang III A yang telah diserahkan dengan realitas di lapangan. Tim Asesor tidak hanya melakukan verifikasi, tetapi juga secara konstruktif memberikan arahan, masukan, dan evaluasi mendetail agar pengelolaan program studi ke depannya dapat berjalan lebih tepat dan sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh BAN-PT. Kegiatan ini diharapkan bermuara pada peningkatan mutu dan kualitas lulusan Prodi HES STAINU Madiun yang lebih baik.

Dongkrak IPM Kabupaten Madiun, Pemkab dan STAINU Resmi Jalin Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi

Dongkrak IPM Kabupaten Madiun, Pemkab dan STAINU Resmi Jalin Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi

Madiun, 23 Mei 2026 – Dalam upaya mengakselerasi pembangunan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun, Sabtu (23/5/2026).

Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyambut positif kolaborasi strategis ini. Beliau menekankan bahwa Pemkab Madiun menaruh harapan besar agar sinergi ini dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun yang saat ini berada di angka 75, untuk bisa menembus standar nilai yang lebih tinggi. Bupati menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dalam riset potensi komoditas lokal di lereng Wilis, serta pelaksanaan KKN untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memperpanjang usia lama sekolah.

“MoU ini jangan sekadar seremonial tanda tangan saja. Kita butuh kerja sama nyata dan diimplementasikan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Hari Wuryanto dalam sambutannya.

Menyambut hal tersebut, Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah adalah sebuah keniscayaan bagi kampus guna mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi—yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—secara optimal. Ia juga mengutarakan permohonan dukungan dari Pemkab terkait rencana strategis STAINU yang bersiap membangun gedung kampus secara permanen di wilayah teritorial Kabupaten Madiun dalam waktu dekat.

Acara penandatanganan kesepakatan ini berlangsung khidmat dan turut disaksikan oleh jajaran Kepala OPD, pengurus BPPT NU, serta tokoh penting pembina kampus seperti Dr. KH. Munir Zuhdi, Lc., M.Ag., dan mantan Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos., yang selama ini mengawal eksistensi STAINU. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah konkrit dalam mewujudkan masyarakat Madiun yang bersahaja dan semakin unggul di masa depan.

Tekankan Filosofi “High Tech, High Touch”, STAINU Madiun Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital

Tekankan Filosofi “High Tech, High Touch”, STAINU Madiun Bekali Mahasiswa Hadapi Era Digital

Madiun, 23 Mei 2026 – Dunia pendidikan tinggi tak bisa lagi menghindar dari pusaran kecerdasan buatan (AI). Kesadaran ini menjadi sorotan utama dalam acara Studium Generale STAINU Madiun yang mengusung tema “Desain Pembelajaran Bahasa Arab Abad 21: Interaktif, Kontekstual, dan Berbasis AI” pada Sabtu (23/5/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdullah Muhdi, M.H., yang hadir sebagai narasumber, memberikan motivasi tajam kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa STAINU Madiun tidak boleh merasa inferior atau kalah bersaing dengan kampus-kampus besar meskipun berada di wilayah kabupaten. Menurutnya, kompetensi abad 21 menuntut adaptasi teknologi di mana AI telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan masyarakat.

“Ini adalah kompetisi. Percayalah bahwa suatu saat lulusan STAINU Madiun bisa menjadi pionir dan pemain aktif di era AI,” tegas Abdullah Muhdi di hadapan ratusan mahasiswa.

Sementara itu, pakar pendidikan bahasa Arab dari Universitas Darussalam Gontor, Assoc. Prof. Yoke Suryadarma, M.Pd.I., yang lebih akrab disapa Ustadz Yoke mengupas tuntas transformasi dari era society 4.0 menuju 5.0. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa dan dosen harus berani bergerak dari paradigma pembelajaran klasik yang hanya berpusat pada hafalan tekstual menuju pembelajaran yang komunikatif dan hidup.

Lebih lanjut, Ustadz Yoke memaparkan pentingnya menjaga integritas akademik saat menggunakan kemudahan AI agar tidak terjebak dalam halusinasi informasi buatan mesin. Beliau juga sangat menekankan konsep “High Tech, High Touch” dalam pendidikan di era modern. “Kecerdasan buatan tidak akan pernah menggantikan esensi seorang pendidik. Semakin tinggi teknologi yang digunakan, maka sentuhan humanis dan hubungan antar personal harus dibangun semakin kuat,” pungkasnya memberikan pesan mendalam bagi sivitas akademika STAINU.

Resmi Dilantik, PK PMII Ronggo Djumeno STAINU Madiun Siap Cetak Kader Adaptif Teknologi

Resmi Dilantik, PK PMII Ronggo Djumeno STAINU Madiun Siap Cetak Kader Adaptif Teknologi

Madiun, 5 Mei 2026 – Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ronggo Djumeno STAINU Madiun resmi dilantik. Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Madiun, Haidar Fillah, dengan mengusung tema “Akselerasi Kaderisasi: Mewujudkan Intelektualitas yang Adaptif terhadap Disrupsi Teknologi.”

Ketua PK PMII Ronggo Djumeno, Muhammad Dawud, dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan kaderisasi saat ini sangat krusial. Hal ini bertujuan agar mahasiswa tidak hanya kritis, tetapi juga mampu beradaptasi dan bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi di tengah era disrupsi.

Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua PC PMII Madiun, Haidar Fillah, berpesan agar para kader tidak lengah terhadap kewajiban utamanya di dunia akademik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga tanggung jawab intelektual di ruang perkuliahan, sehingga dinamika berorganisasi dapat berjalan selaras dengan tradisi ilmiah kampus.

Sementara itu, Majelis Pembina Komisariat (Mabinkom) PMII Ronggo Djumeno, Ummu Habibah, menitikberatkan tiga pesan strategis bagi para pengurus baru. Pertama, ia meminta kader untuk memanfaatkan masa mahasiswa sebagai momentum pembentukan karakter dan integritas. Kedua, organisasi harus dijadikan wadah nyata untuk membangun fondasi keterampilan bertahan hidup (survival life skill). Ketiga, para kader didorong untuk menumbuhkan keberanian sebagai agen perubahan demi membangun peradaban masyarakat yang lebih maju.

Upgrade Kapasitas Akademik Mahasiswa, BEM STAINU Madiun Gelar Pelatihan KTI

Upgrade Kapasitas Akademik Mahasiswa, BEM STAINU Madiun Gelar Pelatihan KTI

Madiun, 2 Mei 2026 – Bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun Kabinet Yadabaksya Arkananta melalui program Stainers Academy. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan di lingkungan kampus.

Mengusung tema utama “Penguatan Kapasitas Akademik Mahasiswa Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah yang Berbasis Riset dan Data”, kegiatan ini dirancang khusus untuk mendongkrak daya nalar kritis peserta. Lewat pelatihan ini, mahasiswa tidak sekadar diajari cara merangkai kalimat, tetapi dibimbing langsung agar mampu menyusun tulisan akademik yang berbobot, valid, serta dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.

Untuk memastikan materi yang diberikan benar-benar aplikatif, panitia menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama dikupas tuntas oleh Novita Kusumadewi, M.Pd., yang membedah fondasi dasar penulisan dan riset. Kemudian, materi diperdalam oleh Uswatul Hasanah, M.H., CPM., pada sesi kedua, yang memberikan wawasan teknis serta kiat-kiat menyusun karya tulis yang terstruktur dengan baik dan benar.

Para peserta—yang akrab disapa “Stainers”—tampak serius namun tetap enjoy menyimak setiap sesi materi. Acara ini diakui sangat “daging” karena memberikan banyak benefit sekaligus. Selain mendapat asupan ilmu yang krusial untuk menunjang tugas kuliah dan tugas akhir, para mahasiswa juga mendapatkan e-sertifikat resmi serta kesempatan memperluas relasi pertemanan antar program studi.

Melalui gebrakan pelatihan dari BEM ini, institusi berharap tradisi literasi dan riset di lingkungan kampus hijau STAINU Madiun semakin mengakar kuat. Ke depannya, langkah upgrade skill ini diyakini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya pandai berteori di kelas, tetapi juga mahir menuangkan gagasan solutifnya ke dalam jurnal maupun karya tulis ilmiah berkualitas.