0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Buka Peluang Riset dan Magang, Prodi HES STAINU Jalin Sinergi Strategis dengan Pengadilan Agama

Buka Peluang Riset dan Magang, Prodi HES STAINU Jalin Sinergi Strategis dengan Pengadilan Agama

MADIUN, 18 Desember 2025 — Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) STAINU Madiun resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pengadilan Agama (PA) Kota Madiun. Prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) dilaksanakan pada Kamis, 18 Desember 2025, pukul 09.30 WIB bertempat di Kantor Pengadilan Agama Kota Madiun.

Kerja sama ini mencakup beberapa poin krusial bagi pengembangan akademik, antara lain pelaksanaan magang profesi hukum bagi mahasiswa, serta kolaborasi dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah bersama. Langkah ini diambil untuk memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa di lingkungan peradilan yang sesungguhnya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua MUI Kota Madiun, Dr. Miftahul Huda, M.Pd.I., serta perwakilan pimpinan dan dosen STAINU Madiun yang terdiri dari KH. Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H., dan Muhammad Miftah Irfan, M.H. Turut hadir pula perwakilan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang ikut menyaksikan prosesi penguatan jejaring ini. Selain itu, kehadiran perwakilan organisasi masyarakat seperti Muslimat, Aisyiyah, dan Fatayat juga mempertegas dukungan publik terhadap kolaborasi institusional tersebut.

Dengan adanya perjanjian ini, kedua belah pihak berharap hubungan antara STAINU Madiun dan Pengadilan Agama Kota Madiun semakin erat. Selain meningkatkan kualitas pendidikan hukum, kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara lebih luas dan berdampak.

Perkuat Kompetensi Hukum, Mahasiswa STAINU Madiun Berdiskusi Langsung Isu Blockchain dan Regulasi Fintech Syariah

Perkuat Kompetensi Hukum, Mahasiswa STAINU Madiun Berdiskusi Langsung Isu Blockchain dan Regulasi Fintech Syariah

MADIUN, 11 Desember 2025 — Jurusan Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Kuliah Tamu pada Kamis, 11 Desember 2025. Acara ini menghadirkan narasumber istimewa, Dr. H. Sofyan Zefri, S.H.I., M.S.I., yang menjabat sebagai Ketua Pengadilan Agama Kota Madiun.

Dalam kuliah tamunya, Dr. Sofyan Zefri mengupas tuntas tema krusial: “Tantangan dan Peluang Hukum Bisnis Syariah dalam Era Digital.” Beliau menjelaskan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan signifikan pada model bisnis, sistem transaksi, hingga proses penyelesaian sengketa, sehingga kompetensi di bidang hukum bisnis syariah harus terus diperkuat.

Narasumber menekankan bahwa era digital membawa dua sisi. Tantangannya meliputi maraknya fintech ilegal, potensi kecurangan digital, dan kebutuhan regulasi yang adaptif. Namun, digitalisasi juga membuka peluang besar bagi perkembangan ekonomi syariah. Inovasi seperti digital payment, smart contract, blockchain, dan digital banking syariah dapat mengakselerasi ekonomi umat jika didukung oleh pemahaman hukum yang kuat.

Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa Jurusan Syariah, aktif memanfaatkan sesi diskusi. Mereka membahas isu-isu mulai dari regulasi fintech syariah, peluang karier, hingga tantangan integritas hukum di tengah digitalisasi. Diskusi yang interaktif ini bertujuan memberikan wawasan praktis bagi mahasiswa.

Ketua Jurusan Syariah STAINU Madiun menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kampus dalam memperkuat kapasitas mahasiswa agar responsif terhadap dinamika zaman. Diharapkan kuliah tamu ini dapat memperluas wawasan dan memotivasi mahasiswa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dan sesi foto bersama, menegaskan peran STAINU Madiun sebagai lembaga pendidikan yang siap mencetak lulusan kompeten dan berdaya saing di era digital.

[next_prev_buttons]

Tingkatkan Mutu Institusi, STAINU Madiun Sukses Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL-APT)

Tingkatkan Mutu Institusi, STAINU Madiun Sukses Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL-APT)

MADIUN, 30 November 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun telah sukses menyelenggarakan Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tinggi (AL-APT) selama tiga hari, mulai tanggal 28 hingga 30 November 2025. Kegiatan ini merupakan tahapan krusial dalam upaya peningkatan mutu dan pemenuhan standar nasional pendidikan tinggi.

Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri dari dua pakar: Dr. Hisyam Zaini, M.A. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Prof. Dr. Muh. Nashirudin, M.A., M.Ag. dari UIN Raden Mas Said Surakarta, dan satu orang utusan dari BAN-PT sendiri.

Penyelenggaraan asesmen lapangan diawali dengan sesi pembukaan secara resmi oleh Ketua STAINU Madiun, dilanjutkan dengan sambutan dari tim asesor. Inti dari kegiatan ini adalah konfirmasi dan validasi data yang telah disubmit STAINU Madiun ke dalam Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO).

Tim asesor bekerja di ruangan terpisah, fokus mengkonfirmasi pemenuhan sembilan standar borang akreditasi, yang meliputi visi, tata pamong, mahasiswa, SDM, sarana prasarana, serta capaian Tri Dharma (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian).

Setelah seluruh data dan bukti fisik dikonfirmasi, tim asesor juga memberikan pendampingan dan masukan konstruktif sebagai upaya perbaikan berkelanjutan bagi STAINU Madiun. Rangkaian kegiatan AL-APT ditutup dengan penandatanganan Berita Acara oleh perwakilan BAN-PT, Ketua STAINU Madiun, dan tim asesor. Seluruh civitas akademika STAINU Madiun kini tinggal menanti hasil akhir penetapan peringkat akreditasi institusi.

[next_prev_buttons]

Gelar Diskusi Daring “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus”, STAINU Madiun Dorong Budaya Literasi Mahasiswa

Gelar Diskusi Daring “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus”, STAINU Madiun Dorong Budaya Literasi Mahasiswa

MADIUN, 15 November 2025 — Dosen dan mahasiswa STAINU Madiun berkolaborasi dalam sebuah diskusi buku daring yang digelar oleh Eonoiaco Institute, sebuah akun pegiat literasi, pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB melalui platform Instagram Live. Acara ini bertujuan untuk mendorong budaya literasi di kalangan civitas akademika dan masyarakat umum.

Diskusi tersebut dimoderatori oleh Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H., salah satu dosen STAINU Madiun. Narasumber utamanya adalah Dede Alien Efansyah, mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun, yang juga dikenal sebagai inisiator IBP (Indonesia Book Party) Regional Madiun, sebuah komunitas literasi aktif.

Dede mengulas novel terjemahan berjudul “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus”, karya novelis dan jurnalis Lebanon, Amin Maalouf (judul asli: “Balthasar’s Odyssey”). Diskusi berlangsung sangat seru karena novel tersebut mengangkat tema yang kompleks dan menarik, meliputi kisah cinta yang pelik, benturan antaragama dan peradaban, renungan filosofis tentang kesejatian hidup, serta kronik sejarah yang kaya.

Sesuai dengan judul novel, pembahasan utama memicu pertanyaan mendalam bagi peserta. “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus” membuat peserta, khususnya umat Muslim, penasaran apakah ada nama Allah ke-100 di luar 99 Asma’ul Husna yang telah dikenal. Pertanyaan filosofis ini membuka sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat interaktif, melibatkan baik moderator maupun partisipan daring.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa STAINU Madiun dalam forum literasi publik ini menegaskan komitmen kampus untuk tidak hanya fokus pada akademik formal, tetapi juga pada pengembangan wawasan dan budaya membaca kritis di tengah perkembangan teknologi digital.

[next_prev_buttons]

Dampingi “Squad Dewan” DPRD Jatim, Dosen STAINU Madiun: Kupas Tuntas Peran Gen Z dalam Demokrasi

Dampingi “Squad Dewan” DPRD Jatim, Dosen STAINU Madiun: Kupas Tuntas Peran Gen Z dalam Demokrasi

MADIUN, 12 November 2025 — Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar acara edukatif bertajuk “Squad Dewan.” Kali ini, dosen STAINU Madiun, Ummu Habibah, diundang sebagai narasumber utama untuk membahas tema krusial mengenai “Peran Generasi Z dalam Demokrasi.”

Ummu Habibah secara lugas meyakinkan peserta bahwa Gen Z adalah kelompok strategis dengan peran besar dalam pembangunan negara. Ia menegaskan bahwa kekuatan mereka terletak pada jumlah dan akses terhadap informasi, yang memungkinkan Gen Z menjadi motor perubahan yang efektif. Menurutnya, berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan konstitusional bagi setiap warga negara muda.

Dalam pemaparannya, beliau merincikan dua jalur utama peran Gen Z: pendekatan elektoral (menggunakan hak suara secara cerdas) dan pendekatan non-elektoral (advokasi dan pengawasan kebijakan). Ia secara khusus menyoroti pentingnya literasi digital sebagai benteng pertahanan Gen Z melawan arus hoax dan narasi sesat yang merusak iklim demokrasi yang sehat.

Acara ini berhasil menjaring peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK/MA di tiga wilayah, yaitu perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun. Kehadiran delegasi pelajar ini bertujuan memperluas pemahaman politik di tingkat akar rumput, menyiapkan mereka menjadi pemilih cerdas dan kritis menjelang pesta demokrasi.

Suasana acara terasa hidup dan dinamis, terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan kritis. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan kesadaran Gen Z terhadap isu-isu kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi lahirnya agen-agen demokrasi muda yang bertanggung jawab dan melek teknologi.

[next_prev_buttons]

Aksi Nyata Dosen PIAUD STAINU Madiun: Tingkatkan Kualitas Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Pule Sawahan

Aksi Nyata Dosen PIAUD STAINU Madiun: Tingkatkan Kualitas Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Pule Sawahan

MADIUN, 10 November 2025 — Komitmen STAINU Madiun dalam mendukung pertumbuhan anak usia dini diwujudkan melalui aksi nyata dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Ummu Habibah, M.Pd.I. bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Ummu Habibah melaksanakan pembinaan dan monitoring pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini mengintegrasikan Inisiasi Layanan Primer (ILP) di Desa Pule Sawahan.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pengasuhan anak usia dini langsung di garda terdepan desa. Kunjungan ini berfokus pada penguatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan layanan kesehatan primer secara lebih komprehensif dan akurat.

Dalam kesempatan tersebut, Ummu Habibah menekankan peran penting Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan pertumbuhan anak. Ia menegaskan bahwa melalui Posyandu ILP, kader wajib memastikan setiap anak mendapatkan layanan esensial, mulai dari imunisasi, gizi, hingga stimulasi perkembangan. Tim pembina memberikan pelatihan teknis, termasuk cara pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) yang akurat, pentingnya pencatatan di Kartu Menuju Sehat (KMS), serta teknik komunikasi efektif kepada orang tua terkait masalah gizi dan pola asuh.

Selain pembinaan, dilakukan pula monitoring langsung terhadap proses pelayanan Posyandu. Ummu Habibah mengamati proses penimbangan, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan (PMT), sembari mengapresiasi dedikasi para kader desa. Respon dari warga Desa Pule Sawahan sangat positif. Salah satu ibu balita, Ibu Siti, menyampaikan rasa terima kasih karena penjelasan tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi lebih mudah dipahami dan meningkatkan kepeduliannya terhadap gizi anak.

Ketua Program Studi PIAUD STAINU Madiun, Konik Naimah, M.Si., secara terpisah menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah manifestasi kepedulian institusi terhadap masa depan generasi bangsa. Beliau menyatakan, “Kualitas tumbuh kembang anak usia dini sangat menentukan keberhasilan mereka di masa depan. Melalui sinergi akademisi dan masyarakat, kami berharap dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.”

Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menegaskan kembali peran strategis Dosen PIAUD STAINU Madiun sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada teori di kampus, tetapi juga aktif berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam aspek perlindungan dan pengembangan potensi anak usia dini di tingkat desa.

[next_prev_buttons]