0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Akselerasi Mutu Kelulusan, STAINU Madiun Utus Perwakilan Ikuti Bimtek PISN dan Kebijakan Akademik di Surabaya

Akselerasi Mutu Kelulusan, STAINU Madiun Utus Perwakilan Ikuti Bimtek PISN dan Kebijakan Akademik di Surabaya

Surabaya – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun terus berkomitmen dalam meningkatkan mutu tata kelola akademik dan tertib administrasi kelulusan. Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, STAINU Madiun mendelegasikan perwakilan staf akademik dan operator sistem untuk menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penomoran Ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN) serta Kebijakan Akademik Direktorat PTKI.

Kegiatan penting yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini berlangsung selama tiga hari pada Selasa hingga Kamis, 13–15 Oktober 2026, bertempat di Hotel Movenpick Surabaya, Jalan Ahmad Yani No. 71, Margorejo, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Dalam penugasan ini, STAINU Madiun diwakili oleh Jeny Kusdemawati, M.A., selaku perwakilan bidang akademik, serta Anggun Nila Khoirunisa', M.Pd., sebagai Operator PISN STAINU Madiun. Keduanya hadir secara aktif untuk mengikuti serangkaian agenda strategis yang dirancang guna memperkuat validitas data akademik perguruan tinggi keagamaan Islam.

Bimtek ini diselenggarakan untuk merespons dinamika regulasi dan pentingnya integrasi data kelulusan nasional. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai beberapa materi krusial, di antaranya:

  • Kebijakan Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (PTKI) terkait ijazah dan urgensi PISN dalam tata kelola perguruan tinggi.
  • Sinkronisasi regulasi dan pengelolaan PISN bersama Direktorat Pembelajaran Mahasiswa Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek RI.
  • Pelatihan teknis penggunaan aplikasi penomoran ijazah, integrasi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), serta strategi peningkatan mutu akademik dan sosialisasi Lembaga Akreditasi Mandiri Keagamaan (LAMGAMA).

Melalui keikutsertaan dalam forum ini, STAINU Madiun berupaya memastikan seluruh proses administrasi akademik, khususnya penertiban penomoran ijazah mahasiswa, berjalan sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Agama RI. Hal ini sekaligus menjadi langkah strategis institusi dalam menjamin akuntabilitas serta legalitas kelulusan lulusan STAINU Madiun di masa mendatang.

STAINU Madiun Mantapkan Kurikulum OBE Lewat Pendampingan Kopertais Wilayah IV Jatim

STAINU Madiun Mantapkan Kurikulum OBE Lewat Pendampingan Kopertais Wilayah IV Jatim

SURABAYA – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun mengambil langkah strategis dalam merespons tuntutan modernisasi pendidikan tinggi dengan mengikuti program Penguatan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kopertais Wilayah IV Jawa Timur ini berlangsung di Surabaya dan berfokus pada peningkatan kualitas capaian serta kesiapan kerja mahasiswa.

Dalam forum tersebut, perwakilan delegasi STAINU Madiun menerima pembekalan mendalam mengenai perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Selain itu, para peserta juga membedah tata cara restrukturisasi mata kuliah agar selaras dengan profil lulusan, serta merancang metode asesmen pembelajaran yang lebih terukur dan transparan.

Lebih dari sekadar memenuhi regulasi dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), pendampingan ini juga ditekankan pada pengintegrasian nilai-nilai keislaman. Kurikulum berbasis luaran yang akan diterapkan ditargetkan mampu memuat keunggulan lokal dan karakteristik khas Nahdlatul Ulama.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, STAINU Madiun berkomitmen untuk segera mereorientasi dan menyempurnakan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di seluruh program studi.

Langkah pembaruan kurikulum ini diharapkan dapat mendongkrak mutu akademik kampus secara signifikan, sekaligus mencetak lulusan yang tidak hanya unggul pada tataran teori, tetapi juga dibekali keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Cetak Generasi Aswaja dan Berdaya Saing Global, STAINU Madiun Gelar PBAK 2026

Cetak Generasi Aswaja dan Berdaya Saing Global, STAINU Madiun Gelar PBAK 2026

Madiun - Menyambut tahun akademik baru, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun kembali menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Bertempat di Aula 101 pada Sabtu (29/8/2026), kegiatan orientasi ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa baru yang berasal dari empat program studi (prodi).

Mengusung visi besar "Menuju Generasi yang Berkarakter Aswaja, Berbudi Luhur, dan Berdaya Saing Global", PBAK kali ini dirancang khusus untuk menanamkan fondasi ideologi ke-NU-an sekaligus kesiapan akademik. Acara diawali dengan Opening Ceremony yang khidmat, diwarnai dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an serta kebanggaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STAINU, dan mars Yalal Wathan.

Setelah dibuka secara resmi melalui pengarahan dari Ketua STAINU Madiun yang di wakili oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, para mahasiswa baru diajak menyelami kultur akademik melalui sesi Pengarahan Program Studi. Sesi krusial ini dikawal langsung oleh para perwakilan prodi, yakni Ana Indriana, M.E. (Ekonomi Syariah), Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H. (Hukum Ekonomi Syariah), Muhammad Hamdan, M.Pd.I. (Pendidikan Bahasa Arab), dan Anggun Nila Kharunnisa', M.Pd. (Pendidikan Islam Anak Usia Dini).

Selain penguatan karakter dan pemahaman kurikulum, mahasiswa juga dibekali dengan kemampuan teknis untuk menunjang kelancaran perkuliahan. Sesi sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan tata cara pembayaran administrasi melalui BRIVA dipaparkan secara komprehensif oleh Farid Syaiful, bersama Rudi Purnomo, M.E.

Beranjak ke sesi siang, dinamika PBAK dilanjutkan dengan pengenalan kehidupan kampus non-akademik yang dipandu sepenuhnya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Para mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta kepemimpinan, sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 15.00 WIB.

Perkuat Jejaring Ekonomi Syariah, Dosen STAINU Madiun Hadiri Raker dan Seminar IAEI Jatim

Perkuat Jejaring Ekonomi Syariah, Dosen STAINU Madiun Hadiri Raker dan Seminar IAEI Jatim

Surabaya - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun kembali menunjukkan partisipasi aktifnya di kancah regional. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan STAINU Madiun dalam acara Pelantikan, Audiensi, Seminar Nasional, dan Rapat Kerja Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Kerja Jawa Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung G6, Fakultas Ekonomika & Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 1. Acara ini mengusung tema strategis "Ekonomi Syariah untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur: Memperluas Literasi, Meningkatkan Inklusi, Menjaga Indonesia yang Harmoni dan Lestari".

Dalam forum ini, Rudi Purnomo, M.E., hadir secara khusus sebagai partisipan mewakili institusi. STAINU Madiun tercatat sebagai salah satu dari 66 perguruan tinggi yang masuk dalam daftar undangan Komisariat IAEI Wilayah Jawa Timur. Delegasi STAINU Madiun secara penuh mengikuti jalannya audiensi, seminar nasional, hingga Rapat Kerja (Raker) DPW dan Komisariat.

Agenda seminar dan audiensi tersebut berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum DPP IAEI (Menteri Agama RI) dan Wasekjen DPP IAEI (Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek RI). Sesi ini difokuskan pada perumusan langkah strategis perguruan tinggi dalam membumikan ekonomi syariah.

Kehadiran STAINU Madiun sebagai partisipan dalam forum keilmuan IAEI Jatim ini merupakan wujud nyata dukungan kampus terhadap pengembangan ekosistem ekonomi Islam. Keterlibatan ini diharapkan mampu mempererat jejaring antar-perguruan tinggi dan memberikan kontribusi pemikiran segar yang kelak dapat diimplementasikan di lingkungan STAINU Madiun.

Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tulungagung - Guna menjawab tantangan pendidikan anak usia dini yang semakin dinamis, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Madiun melakukan agenda benchmarking (studi banding) ke UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Kunjungan strategis ini secara spesifik difokuskan pada perombakan dan pengembangan kurikulum perkuliahan berbasis digital.

Pertemuan lintas kampus ini membedah empat pilar utama dalam integrasi teknologi pendidikan. Fokus pembahasan mencakup struktur mata kuliah literasi digital, optimalisasi Learning Management System (LMS) untuk skema blended learning, peningkatan kapasitas digital sivitas akademika, hingga penerapan aplikasi asesmen untuk memantau perkembangan anak secara akurat dan real-time.

Ketua Prodi PIAUD UIN SATU Tulungagung, Dr. Musrikah, M.Pd., menyambut positif inisiatif ini dengan membagikan berbagai praktik baik (best practices) yang telah berjalan di kampusnya. "Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman mengenai penguatan kurikulum digital. Semoga langkah ini menjadi inspirasi aplikatif untuk pengembangan PIAUD STAINU Madiun," ujarnya.

Merespons hal tersebut, perwakilan STAINU Madiun, Dr. Ummu Habibah, M.Pd.I., sangat mengapresiasi keterbukaan pihak tuan rumah. Ia menargetkan kunjungan ini tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan mampu mempercepat transformasi akademik di kampusnya. "Kami berharap benchmarking ini memberikan multiplier effect yang signifikan untuk menjawab tantangan integrasi teknologi di prodi kami," tegasnya.

Melalui agenda studi banding ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperkuat sinergi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kolaborasi jangka panjang ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam mencetak calon pendidik anak usia dini yang adaptif, unggul, dan melek teknologi di masa depan.

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Madiun - Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun resmi menerjunkan 56 mahasiswa dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun Akademik 2026/2027. Penyerahan mahasiswa pengabdian ini ditandai dengan seremoni penerimaan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Gedung Eka Kapti pada Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema "Sinergi Aswaja dan Digitalisasi: Membangun Peradaban Desa yang Religius, Inovatif, dan Mandiri", masa pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Agustus 2026. Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dengan transformasi teknologi agar tetap selaras dengan etika dan religiositas masyarakat desa setempat.

Para mahasiswa peserta KPM yang terbagi dalam lima kelompok ini disebar ke dua wilayah strategis. Di Kecamatan Wonoasri, fokus pengabdian diarahkan pada pengembangan UMKM industri brem dan penguatan desa di Jatirejo, Bancong, serta Plumpungrejo. Sementara di Kecamatan Pilangkenceng, sasaran difokuskan pada wilayah industri dan pendidikan di Desa Luworo serta Desa Ngengor (Pondok Al-Basyariah).

Selama di lokasi, pelaksanaan KPM akan bertumpu pada empat pilar aksi utama. Mahasiswa bertugas melakukan sosialisasi modernisasi desa berbasis teknologi, pelatihan dakwah digital dan manajemen ZISWAF, pendampingan digitalisasi UMKM beserta percepatan sertifikasi halal, hingga penguatan tata kelola BUMDes.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, Muhammad Miftah Irfan, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diwajibkan memiliki luaran akademik yang terukur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, setiap kelompok ditargetkan mampu menyusun dokumen data desa, mempublikasikan artikel di jurnal pengabdian, serta merilis publikasi kegiatan di media massa.