0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tulungagung – Guna menjawab tantangan pendidikan anak usia dini yang semakin dinamis, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Madiun melakukan agenda benchmarking (studi banding) ke UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Kunjungan strategis ini secara spesifik difokuskan pada perombakan dan pengembangan kurikulum perkuliahan berbasis digital.

Pertemuan lintas kampus ini membedah empat pilar utama dalam integrasi teknologi pendidikan. Fokus pembahasan mencakup struktur mata kuliah literasi digital, optimalisasi Learning Management System (LMS) untuk skema blended learning, peningkatan kapasitas digital sivitas akademika, hingga penerapan aplikasi asesmen untuk memantau perkembangan anak secara akurat dan real-time.

Ketua Prodi PIAUD UIN SATU Tulungagung, Dr. Musrikah, M.Pd., menyambut positif inisiatif ini dengan membagikan berbagai praktik baik (best practices) yang telah berjalan di kampusnya. “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman mengenai penguatan kurikulum digital. Semoga langkah ini menjadi inspirasi aplikatif untuk pengembangan PIAUD STAINU Madiun,” ujarnya.

Merespons hal tersebut, perwakilan STAINU Madiun, Dr. Ummu Habibah, M.Pd.I., sangat mengapresiasi keterbukaan pihak tuan rumah. Ia menargetkan kunjungan ini tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan mampu mempercepat transformasi akademik di kampusnya. “Kami berharap benchmarking ini memberikan multiplier effect yang signifikan untuk menjawab tantangan integrasi teknologi di prodi kami,” tegasnya.

Melalui agenda studi banding ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperkuat sinergi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kolaborasi jangka panjang ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam mencetak calon pendidik anak usia dini yang adaptif, unggul, dan melek teknologi di masa depan.

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Madiun – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun resmi menerjunkan 56 mahasiswa dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun Akademik 2026/2027. Penyerahan mahasiswa pengabdian ini ditandai dengan seremoni penerimaan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Gedung Eka Kapti pada Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema “Sinergi Aswaja dan Digitalisasi: Membangun Peradaban Desa yang Religius, Inovatif, dan Mandiri”, masa pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Agustus 2026. Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan transformasi teknologi agar tetap selaras dengan etika dan religiositas masyarakat desa setempat.

Para mahasiswa peserta KPM yang terbagi dalam lima kelompok ini disebar ke dua wilayah strategis. Di Kecamatan Wonoasri, fokus pengabdian diarahkan pada pengembangan UMKM industri brem dan penguatan desa di Jatirejo, Bancong, serta Plumpungrejo. Sementara di Kecamatan Pilangkenceng, sasaran difokuskan pada wilayah industri dan pendidikan di Desa Luworo serta Desa Ngengor (Pondok Al-Basyariah).

Selama di lokasi, pelaksanaan KPM akan bertumpu pada empat pilar aksi utama. Mahasiswa bertugas melakukan sosialisasi modernisasi desa berbasis teknologi, pelatihan dakwah digital dan manajemen ZISWAF, pendampingan digitalisasi UMKM beserta percepatan sertifikasi halal, hingga penguatan tata kelola BUMDes.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, Muhammad Miftah Irfan, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diwajibkan memiliki luaran akademik yang terukur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, setiap kelompok ditargetkan mampu menyusun dokumen data desa, mempublikasikan artikel di jurnal pengabdian, serta merilis publikasi kegiatan di media massa.

PENGUMUMAN RESMI

PENGUMUMAN RESMI

Sehubungan dengan beredarnya informasi lowongan pekerjaan untuk posisi “Driver Pimpinan (Sopir Mobil Dinas Pimpinan)” yang mengatasnamakan STAINU Madiun melalui platform pencari kerja pihak ketiga, kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah TIDAK BENAR (HOAKS).

Saat ini, institusi kami sama sekali tidak sedang membuka rekrutmen untuk posisi tersebut. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mempercayai tautan informasi tersebut, menolak memberikan data pribadi, dan waspada terhadap segala bentuk modus penipuan berkedok rekrutmen.

Segala pengumuman resmi dari STAINU Madiun hanya dipublikasikan melalui website (stainumadiun.ac.id) dan Instagram resmi (@stainumadiun).

Perkuat Sinergi Akademik, Prodi PBA STAINU Madiun Teken MoU dengan UPA Bahasa UIN Ponorogo

Perkuat Sinergi Akademik, Prodi PBA STAINU Madiun Teken MoU dengan UPA Bahasa UIN Ponorogo

Ponorogo – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun resmi menjalin kemitraan dengan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kesepakatan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kampus UIN Ponorogo pada Rabu (15/7/2026).

Penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Ketua UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Pryla Rochmawati, M.Pd., bersama perwakilan delegasi dari Prodi PBA STAINU Madiun. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mempererat sinergi kelembagaan antar-perguruan tinggi.

Ruang lingkup kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kompetensi kebahasaan dan optimalisasi pelaksanaan program akademik. Selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati kolaborasi lintas kampus dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta peningkatan standar kualitas layanan bahasa.

Melalui payung hukum MoU ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang terukur dan berkesinambungan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendongkrak mutu pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di bidang bahasa.

Tingkatkan Standar Asesmen, Dosen dan Mahasiswa PBA STAINU Madiun Ikuti Workshop Instruktur Bahasa di Ponorogo

Tingkatkan Standar Asesmen, Dosen dan Mahasiswa PBA STAINU Madiun Ikuti Workshop Instruktur Bahasa di Ponorogo

Ponorogo – Sebanyak lima dosen dan satu mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun mengikuti Workshop Upgrading Instruktur Tes Proficiency Bahasa Arab dan Bahasa Inggris 2026. Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo bertempat di Mini Hall Lantai 3 FTIK Kampus 1, Rabu (15/7/2026).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi instruktur sangat krusial sebagai fondasi utama dalam membangun sistem sertifikasi bahasa yang profesional, kredibel, dan sesuai standar mutu global.

Untuk memastikan materi yang aplikatif, workshop ini menghadirkan dua pakar bahasa dari kawasan Kampung Inggris, Pare, Kediri. Materi penguatan asesmen proficiency Bahasa Arab dikupas tuntas oleh Lina Muflihah, S.Hum., M.Ag., C.AMT., dari Al-Azhar Pare. Sementara itu, strategi pengembangan instrumen pengujian Bahasa Inggris disampaikan oleh Umar Al Ikmal, S.Pd., M.M., Gr., C.MET., C.P.S., dari English Versity Pare.

Bagi delegasi STAINU Madiun, keikutsertaan dalam pelatihan intensif ini merupakan wujud nyata komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Wawasan dan keterampilan asesmen terbaru yang diperoleh ditargetkan dapat segera diimplementasikan untuk menyempurnakan evaluasi kompetensi kebahasaan dan mutu layanan akademik di kampus.

Selain sebagai ajang pembaruan ilmu (upgrading skill), partisipasi aktif ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring kerja sama antarperguruan tinggi. Ke depannya, Prodi PBA STAINU Madiun diharapkan semakin adaptif dan terdepan dalam menerapkan standar evaluasi bahasa, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Atasi Krisis Fokus Generasi Alfa, Dosen STAINU Madiun Edukasi Wali Murid MI Nurul Iman

Atasi Krisis Fokus Generasi Alfa, Dosen STAINU Madiun Edukasi Wali Murid MI Nurul Iman

Madiun – Menjawab keresahan orang tua terkait pola asuh di era digital, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun, Dr. Ummu Habibah, M.Pd.I., turun langsung menyapa wali murid MI Nurul Iman Ngendut, Pucanganom, Kebonsari. Kehadirannya ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM).

Mengusung tema “Mendidik Generasi Alfa: Strategi Menjaga Fokus dan Daya Juang Anak”, acara ini diikuti secara antusias oleh seluruh wali murid kelas I hingga VI. Dalam paparannya, Dr. Ummu Habibah menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga sangat krusial untuk memahami serta menjaga psikologi anak di tengah gempuran arus digital.

“Generasi Alfa memiliki karakteristik unik, mulai dari kecenderungan serba instan hingga tingginya kebutuhan akan validasi sosial. Tantangan terbesar orang tua saat ini adalah bagaimana tetap menjadi jangkar agar anak tidak kehilangan daya juang dan kemampuan fokus di dunia nyata,” jelas Dr. Ummu Habibah.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena kelebihan beban informasi (digital overload) yang rentan memicu krisis kesehatan mental dan kecemasan pada anak. Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 59 persen anak saat ini menjadikan game sebagai pelarian dari stres akibat stimulasi digital yang simultan.

Melalui sesi diskusi yang interaktif, para wali murid diajak merumuskan strategi pengasuhan yang lebih suportif. Beberapa langkah praktis yang ditekankan meliputi pembatasan screen time (waktu layar) secara bijak, serta mengarahkan anak pada aktivitas fisik yang mampu menstimulasi empati dan kemampuan sosial mereka.

Kepala MI Nurul Iman Ngendut, Henfrik Afif Pratama, S.Pd., menyambut positif inisiatif pengabdian ini. Ia berharap bekal materi dan sudut pandang baru yang didapatkan oleh para orang tua dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan selaras antara rumah dan madrasah demi optimalisasi tumbuh kembang anak.