Upgrade Kapasitas Akademik Mahasiswa, BEM STAINU Madiun Gelar Pelatihan KTI
Madiun, 2 Mei 2026 – Bertepatan dengan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun menyelenggarakan Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada Sabtu (2/5/2026) pagi. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun Kabinet Yadabaksya Arkananta melalui program Stainers Academy. Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas literasi dan pendidikan di lingkungan kampus.
Mengusung tema utama “Penguatan Kapasitas Akademik Mahasiswa Melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah yang Berbasis Riset dan Data”, kegiatan ini dirancang khusus untuk mendongkrak daya nalar kritis peserta. Lewat pelatihan ini, mahasiswa tidak sekadar diajari cara merangkai kalimat, tetapi dibimbing langsung agar mampu menyusun tulisan akademik yang berbobot, valid, serta dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya.
Untuk memastikan materi yang diberikan benar-benar aplikatif, panitia menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Sesi pertama dikupas tuntas oleh Novita Kusumadewi, M.Pd., yang membedah fondasi dasar penulisan dan riset. Kemudian, materi diperdalam oleh Uswatul Hasanah, M.H., CPM., pada sesi kedua, yang memberikan wawasan teknis serta kiat-kiat menyusun karya tulis yang terstruktur dengan baik dan benar.
Para peserta—yang akrab disapa “Stainers”—tampak serius namun tetap enjoy menyimak setiap sesi materi. Acara ini diakui sangat “daging” karena memberikan banyak benefit sekaligus. Selain mendapat asupan ilmu yang krusial untuk menunjang tugas kuliah dan tugas akhir, para mahasiswa juga mendapatkan e-sertifikat resmi serta kesempatan memperluas relasi pertemanan antar program studi.
Melalui gebrakan pelatihan dari BEM ini, institusi berharap tradisi literasi dan riset di lingkungan kampus hijau STAINU Madiun semakin mengakar kuat. Ke depannya, langkah upgrade skill ini diyakini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya pandai berteori di kelas, tetapi juga mahir menuangkan gagasan solutifnya ke dalam jurnal maupun karya tulis ilmiah berkualitas.








