Madiun – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun resmi menerjunkan 56 mahasiswa dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun Akademik 2026/2027. Penyerahan mahasiswa pengabdian ini ditandai dengan seremoni penerimaan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Gedung Eka Kapti pada Selasa (21/7/2026).
Mengusung tema “Sinergi Aswaja dan Digitalisasi: Membangun Peradaban Desa yang Religius, Inovatif, dan Mandiri”, masa pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Agustus 2026. Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan transformasi teknologi agar tetap selaras dengan etika dan religiositas masyarakat desa setempat.
Para mahasiswa peserta KPM yang terbagi dalam lima kelompok ini disebar ke dua wilayah strategis. Di Kecamatan Wonoasri, fokus pengabdian diarahkan pada pengembangan UMKM industri brem dan penguatan desa di Jatirejo, Bancong, serta Plumpungrejo. Sementara di Kecamatan Pilangkenceng, sasaran difokuskan pada wilayah industri dan pendidikan di Desa Luworo serta Desa Ngengor (Pondok Al-Basyariah).
Selama di lokasi, pelaksanaan KPM akan bertumpu pada empat pilar aksi utama. Mahasiswa bertugas melakukan sosialisasi modernisasi desa berbasis teknologi, pelatihan dakwah digital dan manajemen ZISWAF, pendampingan digitalisasi UMKM beserta percepatan sertifikasi halal, hingga penguatan tata kelola BUMDes.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, Muhammad Miftah Irfan, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diwajibkan memiliki luaran akademik yang terukur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, setiap kelompok ditargetkan mampu menyusun dokumen data desa, mempublikasikan artikel di jurnal pengabdian, serta merilis publikasi kegiatan di media massa.




