0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
KPM STAINU MADIUN 2023: SATUKAN LANGKAH MENUJU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KPM STAINU MADIUN 2023: SATUKAN LANGKAH MENUJU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Magetan, Setelah pelaksanaan pembekalan beberapa saat yang lalu, hari ini dilaksanakan pembukaan secara resmi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun 2023 bertempat di Kantor Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (25/07).

Sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, KPM ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam acara ini adalah Camat Takeran, Kapolsek Takeran, Danramil Takeran, Kepala Desa tempat KPM berlangsung, serta mahasiswa dan dosen pembimbing dari STAINU Madiun.

Dalam sambutan yang diwakili oleh Drs. H. Nurhadi, M.Pd, selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, diungkapkan bahwa KPM merupakan bagian dari tugas pokok sebuah Perguruan Tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang akan berguna ketika mereka nanti berada di tengah masyarakat setelah lulus dari STAINU Madiun.

Sambutan dari Camat Takeran yang diwakili Sekretaris Camat Takeran juga memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan KPM ini. Beliau berharap bahwa kegiatan KPM dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, jika dalam pelaksanaan KPM nanti ditemui kendala, Camat Takeran menegaskan agar para mahasiswa berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk mencari solusi bersama.

Dengan sinergi dari berbagai pihak, KPM STAINU Madiun 2023 diharapkan dapat mencapai tujuan yang diamanatkan, yaitu memberikan pengabdian yang berarti bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan di wilayah Desa Tawangrejo, Kepuhrejo, dan Kuwonharjo. Semoga kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun komunitas yang lebih maju dan berdaya.

12 AMALAN BULAN MUHARRAM DAN KEUTAMAANNYA

12 AMALAN BULAN MUHARRAM DAN KEUTAMAANNYA

Saat ini, umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Muharram 1445 H, dengan awal bulan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Bagi warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), pergantian ini tidak sekadar menjadi perubahan tanggal dalam kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan momen yang penting untuk memperkaya kehidupan spiritual dan meningkatkan amal ibadah.

Bulan Muharram memiliki keutamaan yang diakui oleh umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulan yang mulia dan di dalamnya terdapat hari yang paling mulia, yaitu hari Asyura. Sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam, Nahdliyin diharapkan tidak hanya melihat keutamaan ini sebagai peluang untuk berlalu begitu saja. Sebaliknya, momen ini harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna, baik secara individu maupun dalam lingkup sosial.

Dikutip dari laman resmi NU Online, berikut ini 12 amalan bulan Muharram dan keutamaannya.

  1. Berpuasa sunnah
  2. Melakukan shalat
  3. Bersedekah
  4. Menyambung silaturahmi
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama yang hidup maupun mati
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama membuat nadham sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.

Dengan demikian, maka hendaknya memastikan amalan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diupayakan 12 amalan tersebut dapat dilakukan tanpa ada yang tertinggal. Hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen untuk mengisi hari dengan ibadah yang utama. Wallahu a’lam.

KH. YAHYA CHOLIL STAQUF PAPARKAN PEMBARUAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM ACARA SILATURAHMI

KH. YAHYA CHOLIL STAQUF PAPARKAN PEMBARUAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM ACARA SILATURAHMI

Madiun, Acara silaturahmi dihadiri oleh Kh. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Kh. Safullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU bertempat di pendopo Graha Krida Madiun kamis, 14/07/2023. Dalam kesempatan tersebut, Kh. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya memberikan wawasan tentang organisasi Nahdlatul Ulama dan pembaruan yang tengah dilakukan di internal NU.

Dalam sambutannya, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU sedang mengarah ke arah organisasi yang terstruktur dengan segala kegiatan yang harus terpusat, terukur, dan satu komando. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan NU, serta menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.

Acara ini dihadiri oleh puluhan hadirin yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) dan Majelis Wakil Cabang (MWC NU) wilayah Mataraman, Jawa Timur. Para peserta antusias mendengarkan paparan Gus yahya dan Gus Ipul serta melihat adanya semangat dan komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi NU.

Pembaruan yang dilakukan oleh NU bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, NU diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat dan menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.

STAINU MADIUN: KPM KOLABORATIF MODERASI BERAGAMA UNTUK MASYARAKAT

STAINU MADIUN: KPM KOLABORATIF MODERASI BERAGAMA UNTUK MASYARAKAT

Ponorogo, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun secara resmi menggelar pembukaan dan pelepasan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaboratif Moderasi Beragama yang akan berlangsung hingga 18 Agustus 2023. KPM ini akan dilaksanakan di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, serta Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

KPM Kolaboratif Moderasi Beragama kali ini menjadi ajang kolaborasi antara beberapa perguruan tinggi, yaitu STAINU Madiun, IAIN Ponorogo, STABN Raden Wijaya Wonogiri, INSURI Ponorogo, IAI Ngawi, dan STAIMAS Wonogiri. Dengan melibatkan berbagai institusi, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan sinergi antar perguruan tinggi dalam mengusung tema Moderasi Beragama.

Selama KPM berlangsung, mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi tersebut akan bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. STAINU Madiun, yang diwakili oleh Ilfa Nur Rohmatin dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Lailatun Nadhipah dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES).

Muhammad Hamdan, perwakilan dari Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, menyampaikan harapannya bahwa program KPM ini akan membawa perubahan yang signifikan. Ia berharap bahwa melalui kegiatan ini, akan terjadi peningkatan pemahaman tentang moderasi beragama serta memperkuat ukhuwah dan silaturrahim antar institusi.

Kegiatan KPM Kolaboratif Moderasi Beragama ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di Desa Gelang Kulon dan Desa Bulu Lor. Para peserta KPM akan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti pelatihan, penyuluhan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya.

Bupati Ponorogo dan Rektor IAIN Ponorogo berharap bahwa melalui KPM ini, tercipta harmoni serta toleransi antar umat beragama di Ponorogo dan sekitarnya. Kolaborasi antar perguruan tinggi dan partisipasi aktif dari STAINU Madiun diharapkan dapat memperkuat ikatan ukhuwah dan silaturrahim antar institusi pendidikan.

Kegiatan KPM Kolaboratif Moderasi Beragama ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan dosen, diharapkan terwujud kesadaran akan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam menjalin kerukunan dan kedamaian.