DOSEN STAINU MADIUN IKUTI PROGRAM SHORT COURSE PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN PEMULA KEMENAG RI
Dosen STAINU Madiun Ikuti Program Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Kemenag RI
Kegiatan short course PKDP diikuti oleh 80 dosen di wilayah Jawa Timur, termasuk 2 dosen dari STAINU Madiun, yaitu Konik Naimah, M.S.I., dan Ana Indriana, M.E. Diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 15 hingga 20 Agustus 2023, di Crown Victoria Hotel Tulungagung, program ini bertujuan menghasilkan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kemampuan mengajar yang baik dan kualifikasi akademik yang unggul. Program ini mencakup empat dimensi substansi yang mendasari profesionalitas dosen, di antaranya kompetensi pedagogik, pembinaan karier, karya ilmiah, dan moderasi beragama.
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TA. 2023/2024
KPM STAINU MADIUN 2023: SATUKAN LANGKAH MENUJU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Magetan, Setelah pelaksanaan pembekalan beberapa saat yang lalu, hari ini dilaksanakan pembukaan secara resmi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun 2023 bertempat di Kantor Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (25/07).
Sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, KPM ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam acara ini adalah Camat Takeran, Kapolsek Takeran, Danramil Takeran, Kepala Desa tempat KPM berlangsung, serta mahasiswa dan dosen pembimbing dari STAINU Madiun.
Dalam sambutan yang diwakili oleh Drs. H. Nurhadi, M.Pd, selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, diungkapkan bahwa KPM merupakan bagian dari tugas pokok sebuah Perguruan Tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang akan berguna ketika mereka nanti berada di tengah masyarakat setelah lulus dari STAINU Madiun.
Sambutan dari Camat Takeran yang diwakili Sekretaris Camat Takeran juga memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan KPM ini. Beliau berharap bahwa kegiatan KPM dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, jika dalam pelaksanaan KPM nanti ditemui kendala, Camat Takeran menegaskan agar para mahasiswa berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk mencari solusi bersama.
Dengan sinergi dari berbagai pihak, KPM STAINU Madiun 2023 diharapkan dapat mencapai tujuan yang diamanatkan, yaitu memberikan pengabdian yang berarti bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan di wilayah Desa Tawangrejo, Kepuhrejo, dan Kuwonharjo. Semoga kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun komunitas yang lebih maju dan berdaya.




12 AMALAN BULAN MUHARRAM DAN KEUTAMAANNYA
Saat ini, umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Muharram 1445 H, dengan awal bulan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Bagi warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), pergantian ini tidak sekadar menjadi perubahan tanggal dalam kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan momen yang penting untuk memperkaya kehidupan spiritual dan meningkatkan amal ibadah.
Bulan Muharram memiliki keutamaan yang diakui oleh umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulan yang mulia dan di dalamnya terdapat hari yang paling mulia, yaitu hari Asyura. Sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam, Nahdliyin diharapkan tidak hanya melihat keutamaan ini sebagai peluang untuk berlalu begitu saja. Sebaliknya, momen ini harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna, baik secara individu maupun dalam lingkup sosial.
Dikutip dari laman resmi NU Online, berikut ini 12 amalan bulan Muharram dan keutamaannya.
- Berpuasa sunnah
- Melakukan shalat
- Bersedekah
- Menyambung silaturahmi
- Mandi
- Memakai celak mata
- Berziarah kepada ulama yang hidup maupun mati
- Menjenguk orang sakit
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim
- Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama membuat nadham sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.
Dengan demikian, maka hendaknya memastikan amalan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diupayakan 12 amalan tersebut dapat dilakukan tanpa ada yang tertinggal. Hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen untuk mengisi hari dengan ibadah yang utama. Wallahu a’lam.
KH. YAHYA CHOLIL STAQUF PAPARKAN PEMBARUAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM ACARA SILATURAHMI
Madiun, Acara silaturahmi dihadiri oleh Kh. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Kh. Safullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU bertempat di pendopo Graha Krida Madiun kamis, 14/07/2023. Dalam kesempatan tersebut, Kh. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya memberikan wawasan tentang organisasi Nahdlatul Ulama dan pembaruan yang tengah dilakukan di internal NU.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU sedang mengarah ke arah organisasi yang terstruktur dengan segala kegiatan yang harus terpusat, terukur, dan satu komando. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan NU, serta menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.
Acara ini dihadiri oleh puluhan hadirin yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) dan Majelis Wakil Cabang (MWC NU) wilayah Mataraman, Jawa Timur. Para peserta antusias mendengarkan paparan Gus yahya dan Gus Ipul serta melihat adanya semangat dan komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi NU.
Pembaruan yang dilakukan oleh NU bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, NU diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat dan menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.







