Madiun, 13 Januari 2024 – STAINU Madiun menerima kunjungan akademik dari STAI Yogyakarta. Agus Suprianto, SH., SHI., MSI., CM, selaku Wakil Ketua 1 STAI Yogyakarta, dalam sambutannya menyampaikan tujuan kunjungan tersebut.
Wakil Ketua 1 STAI Yogyakarta mengungkapkan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan STAINU Madiun, khususnya dalam hal peradilan semu di tingkat Sekolah Tinggi. Dalam pertemuan tersebut, pihak-pihak terlibat juga membahas kemungkinan pertukaran mahasiswa serta pengembangan di bidang lain yang dapat memberikan manfaat bagi kedua kampus.
Kerja sama antara kedua institusi ini diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademis mahasiswa, memajukan bidang peradilan semu, dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang erat antara STAINU Madiun dan STAI Yogyakarta untuk mendukung visi dan misi keduanya.
STAINU Madiun selesai melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) oleh LAMDIK untuk Prodi Pendidikan Bahasa Arab selama dua hari, 23-24 November, dengan Tim asesor dari LAMDIK yakni Dr. Ridha Darmawaty, M.Pd dan Dr. Mochamad Muizzuddin, M.Pd
MADIUN, 28 November 2023 – Komitmen Lembaga Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) STAINU Madiun dalam menumbuhkan kepedulian sosial tak hanya diarahkan keluar, namun juga menyentuh kebutuhan internal kampus. Pada akhir November 2023, ZISWAF bergerak cepat memberikan bantuan kepada salah satu mahasiswi Program Studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini), Sri Shilia Pribadi Putri, yang rumahnya mengalami kerusakan signifikan.
Bantuan ini diberikan kepada saudari Sri Shilia Pribadi Putri, mahasiswi Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Madiun. Sri Shilia menjadi korban bencana alam setelah rumahnya mengalami kerusakan parah, bahkan roboh, akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi pada 20 November 2023.
Bencana angin puting beliung yang terjadi pada 20 November 2023 lalu telah merobohkan sebagian bangunan rumah mahasiswi tersebut. Kejadian ini sontak menimbulkan kerugian material dan mengganggu aktivitas perkuliahan. Merespons kondisi darurat tersebut, ZISWAF STAINU Madiun segera menggalang dana khusus sebagai bentuk santunan tali asih dari keluarga besar kampus.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh perwakilan ZISWAF dan Dosen STAINU Madiun. Bantuan finansial ini diserahkan dengan harapan dapat meringankan beban biaya perbaikan dan pemulihan pasca-bencana yang dialami oleh Sri Shilia dan keluarganya. Aksi ini menunjukkan bahwa STAINU Madiun senantiasa hadir dan peduli terhadap kesulitan yang dihadapi oleh civitas akademika, sejalan dengan semangat ukhuwah islamiyah dan kekeluargaan.
Madiun, 27 Oktober 2023 – Dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2023, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAINU Madiun menyelenggarakan talkshow berjudul “Santri Dalam Lintasan Sejarah dan Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Society 5.0.” Acara yang digelar di aula kampus STAINU Madiun ini melibatkan mahasiswa STAINU Madiun serta dari berbagai BEM kampus sekitar.
Dalam acara talkshow tersebut menghadirkan dua pemateri. Pemateri pertama, Akhlis Syamsal Qomar, M.Pd, seorang sejarawan dan penulis buku sejarah, membahas peran santri dalam lintasan sejarah Indonesia. Sementara pemateri kedua, Tri Septianto, S.Kom, seorang pakar IT dan pengurus pusat CSNU, mengulas tantangan yang dihadapi santri dalam menghadapi era Society 5.0 yang semakin digital dan modern. Acara ini menjadi wadah untuk merayakan peran santri dalam perkembangan sejarah bangsa serta mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang semakin kompleks.
Madiun, 21 Oktober 2023 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun telah melaksanakan yudisium bagi calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024. Acara ini berlangsung di Aula STAINU Madiun dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mahasiswa, dan dosen.
Sebanyak 16 mahasiswa siap untuk melangkah ke babak selanjutnya dalam perjalanan akademik mereka. Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), sementara 12 lainnya berasal dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Mereka telah menyelesaikan tugas akademik mereka dengan baik dan siap menghadapi tantangan baru di masa depan.
Acara yudisium ini juga dihadiri oleh Ketua STAINU Madiun, Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2, dan Wakil Ketua 3, yang memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada calon wisudawan/wisudawati. Selain itu, dosen-dosen dari program studi terkait juga turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dorongan moral kepada mahasiswa.
Salah satu momen penting dalam acara yudisium ini adalah ketika Ketua STAINU Madiun memberikan nasihat dan wejangan kepada para wisudawan/wisudawati. Beliau mengingatkan mereka tentang pentingnya mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh selama di bangku kuliah. Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan umat. Ketua STAINU Madiun mendorong para wisudawan/wisudawati untuk menjadikan ilmu sebagai sarana untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Para calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024 di STAINU Madiun kini siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan harapan. Mereka telah menyelesaikan babak awal pendidikan tinggi mereka, dan dengan semangat yang tinggi, mereka akan meraih prestasi lebih besar di masa yang akan datang. Selamat dan sukses untuk semua calon wisudawan/wisudawati!
Hari Santri, yang diperingati setiap 22 Oktober di Indonesia, telah menjadi tradisi sejak Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 mengenai Hari Santri. Sebagai panduan pelaksanaan peringatan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama No SE 10 Tahun 2023 pada tanggal 11 Oktober 2023.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, Tema peringatan Hari Santri tahun 2023 adalah ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’. Tema ini bertujuan untuk merayakan semangat dan dedikasi para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan melawan ketidakpahaman dan kebodohan. Di era yang penuh tantangan dan kompleksitas ini, konsep jihad tidak lagi merujuk pada pertempuran fisik, melainkan pada perjuangan intelektual yang penuh semangat.
Surat edaran tersebut menjelaskan bahwa santri berperan sebagai garda terdepan dalam melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan. Mereka adalah pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah dalam mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan, menggunakan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan. Dalam tradisi Islam, jihad intelektual dianggap sebagai cara untuk membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pengetahuan, dan santri dianggap sebagai teladan dalam menjalani jihad ini. Mereka memperdalam ilmu pengetahuan dan menyebarkan cahaya pengetahuan sebagai bagian dari peran mereka dalam masyarakat.