0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Cetak Generasi Aswaja dan Berdaya Saing Global, STAINU Madiun Gelar PBAK 2026

Cetak Generasi Aswaja dan Berdaya Saing Global, STAINU Madiun Gelar PBAK 2026

Madiun – Menyambut tahun akademik baru, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun kembali menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026. Bertempat di Aula 101 pada Sabtu (29/8/2026), kegiatan orientasi ini diikuti secara antusias oleh puluhan mahasiswa baru yang berasal dari empat program studi (prodi).

Mengusung visi besar “Menuju Generasi yang Berkarakter Aswaja, Berbudi Luhur, dan Berdaya Saing Global”, PBAK kali ini dirancang khusus untuk menanamkan fondasi ideologi ke-NU-an sekaligus kesiapan akademik. Acara diawali dengan Opening Ceremony yang khidmat, diwarnai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an serta kebanggaan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STAINU, dan mars Yalal Wathan.

Setelah dibuka secara resmi melalui pengarahan dari Ketua STAINU Madiun yang di wakili oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, para mahasiswa baru diajak menyelami kultur akademik melalui sesi Pengarahan Program Studi. Sesi krusial ini dikawal langsung oleh para perwakilan prodi, yakni Ana Indriana, M.E. (Ekonomi Syariah), Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H. (Hukum Ekonomi Syariah), Muhammad Hamdan, M.Pd.I. (Pendidikan Bahasa Arab), dan Anggun Nila Kharunnisa’, M.Pd. (Pendidikan Islam Anak Usia Dini).

Selain penguatan karakter dan pemahaman kurikulum, mahasiswa juga dibekali dengan kemampuan teknis untuk menunjang kelancaran perkuliahan. Sesi sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan tata cara pembayaran administrasi melalui BRIVA dipaparkan secara komprehensif oleh Farid Syaiful, bersama Rudi Purnomo, M.E.

Beranjak ke sesi siang, dinamika PBAK dilanjutkan dengan pengenalan kehidupan kampus non-akademik yang dipandu sepenuhnya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Para mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai wadah pengembangan minat, bakat, serta kepemimpinan, sebelum seluruh rangkaian acara ditutup pada pukul 15.00 WIB.

Perkuat Jejaring Ekonomi Syariah, Dosen STAINU Madiun Hadiri Raker dan Seminar IAEI Jatim

Perkuat Jejaring Ekonomi Syariah, Dosen STAINU Madiun Hadiri Raker dan Seminar IAEI Jatim

Surabaya – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun kembali menunjukkan partisipasi aktifnya di kancah regional. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan STAINU Madiun dalam acara Pelantikan, Audiensi, Seminar Nasional, dan Rapat Kerja Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Wilayah Kerja Jawa Timur.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung G6, Fakultas Ekonomika & Bisnis, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus 1. Acara ini mengusung tema strategis “Ekonomi Syariah untuk Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur: Memperluas Literasi, Meningkatkan Inklusi, Menjaga Indonesia yang Harmoni dan Lestari”.

Dalam forum ini, Rudi Purnomo, M.E., hadir secara khusus sebagai partisipan mewakili institusi. STAINU Madiun tercatat sebagai salah satu dari 66 perguruan tinggi yang masuk dalam daftar undangan Komisariat IAEI Wilayah Jawa Timur. Delegasi STAINU Madiun secara penuh mengikuti jalannya audiensi, seminar nasional, hingga Rapat Kerja (Raker) DPW dan Komisariat.

Agenda seminar dan audiensi tersebut berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum DPP IAEI (Menteri Agama RI) dan Wasekjen DPP IAEI (Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek RI). Sesi ini difokuskan pada perumusan langkah strategis perguruan tinggi dalam membumikan ekonomi syariah.

Kehadiran STAINU Madiun sebagai partisipan dalam forum keilmuan IAEI Jatim ini merupakan wujud nyata dukungan kampus terhadap pengembangan ekosistem ekonomi Islam. Keterlibatan ini diharapkan mampu mempererat jejaring antar-perguruan tinggi dan memberikan kontribusi pemikiran segar yang kelak dapat diimplementasikan di lingkungan STAINU Madiun.

Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tinggalkan Pola Klasik, PIAUD STAINU Madiun Berguru Kurikulum Digital Anak Usia Dini ke Tulungagung

Tulungagung – Guna menjawab tantangan pendidikan anak usia dini yang semakin dinamis, Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Madiun melakukan agenda benchmarking (studi banding) ke UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Kunjungan strategis ini secara spesifik difokuskan pada perombakan dan pengembangan kurikulum perkuliahan berbasis digital.

Pertemuan lintas kampus ini membedah empat pilar utama dalam integrasi teknologi pendidikan. Fokus pembahasan mencakup struktur mata kuliah literasi digital, optimalisasi Learning Management System (LMS) untuk skema blended learning, peningkatan kapasitas digital sivitas akademika, hingga penerapan aplikasi asesmen untuk memantau perkembangan anak secara akurat dan real-time.

Ketua Prodi PIAUD UIN SATU Tulungagung, Dr. Musrikah, M.Pd., menyambut positif inisiatif ini dengan membagikan berbagai praktik baik (best practices) yang telah berjalan di kampusnya. “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman mengenai penguatan kurikulum digital. Semoga langkah ini menjadi inspirasi aplikatif untuk pengembangan PIAUD STAINU Madiun,” ujarnya.

Merespons hal tersebut, perwakilan STAINU Madiun, Dr. Ummu Habibah, M.Pd.I., sangat mengapresiasi keterbukaan pihak tuan rumah. Ia menargetkan kunjungan ini tidak berhenti pada forum diskusi, melainkan mampu mempercepat transformasi akademik di kampusnya. “Kami berharap benchmarking ini memberikan multiplier effect yang signifikan untuk menjawab tantangan integrasi teknologi di prodi kami,” tegasnya.

Melalui agenda studi banding ini, kedua institusi sepakat untuk terus memperkuat sinergi antar-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kolaborasi jangka panjang ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam mencetak calon pendidik anak usia dini yang adaptif, unggul, dan melek teknologi di masa depan.

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Sinergi Aswaja dan Digitalisasi, STAINU Madiun Terjunkan 56 Mahasiswa KPM di Kabupaten Madiun

Madiun – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun resmi menerjunkan 56 mahasiswa dalam program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun Akademik 2026/2027. Penyerahan mahasiswa pengabdian ini ditandai dengan seremoni penerimaan oleh Pemerintah Kabupaten Madiun di Gedung Eka Kapti pada Selasa (21/7/2026).

Mengusung tema “Sinergi Aswaja dan Digitalisasi: Membangun Peradaban Desa yang Religius, Inovatif, dan Mandiri”, masa pengabdian ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan hingga 21 Agustus 2026. Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan transformasi teknologi agar tetap selaras dengan etika dan religiositas masyarakat desa setempat.

Para mahasiswa peserta KPM yang terbagi dalam lima kelompok ini disebar ke dua wilayah strategis. Di Kecamatan Wonoasri, fokus pengabdian diarahkan pada pengembangan UMKM industri brem dan penguatan desa di Jatirejo, Bancong, serta Plumpungrejo. Sementara di Kecamatan Pilangkenceng, sasaran difokuskan pada wilayah industri dan pendidikan di Desa Luworo serta Desa Ngengor (Pondok Al-Basyariah).

Selama di lokasi, pelaksanaan KPM akan bertumpu pada empat pilar aksi utama. Mahasiswa bertugas melakukan sosialisasi modernisasi desa berbasis teknologi, pelatihan dakwah digital dan manajemen ZISWAF, pendampingan digitalisasi UMKM beserta percepatan sertifikasi halal, hingga penguatan tata kelola BUMDes.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, Muhammad Miftah Irfan, M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini diwajibkan memiliki luaran akademik yang terukur. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, setiap kelompok ditargetkan mampu menyusun dokumen data desa, mempublikasikan artikel di jurnal pengabdian, serta merilis publikasi kegiatan di media massa.

PENGUMUMAN RESMI

PENGUMUMAN RESMI

Sehubungan dengan beredarnya informasi lowongan pekerjaan untuk posisi “Driver Pimpinan (Sopir Mobil Dinas Pimpinan)” yang mengatasnamakan STAINU Madiun melalui platform pencari kerja pihak ketiga, kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah TIDAK BENAR (HOAKS).

Saat ini, institusi kami sama sekali tidak sedang membuka rekrutmen untuk posisi tersebut. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mempercayai tautan informasi tersebut, menolak memberikan data pribadi, dan waspada terhadap segala bentuk modus penipuan berkedok rekrutmen.

Segala pengumuman resmi dari STAINU Madiun hanya dipublikasikan melalui website (stainumadiun.ac.id) dan Instagram resmi (@stainumadiun).

Perkuat Sinergi Akademik, Prodi PBA STAINU Madiun Teken MoU dengan UPA Bahasa UIN Ponorogo

Perkuat Sinergi Akademik, Prodi PBA STAINU Madiun Teken MoU dengan UPA Bahasa UIN Ponorogo

Ponorogo – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun resmi menjalin kemitraan dengan Unit Penunjang Akademik (UPA) Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kesepakatan strategis ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di kampus UIN Ponorogo pada Rabu (15/7/2026).

Penandatanganan naskah kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Ketua UPA Bahasa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Dr. Pryla Rochmawati, M.Pd., bersama perwakilan delegasi dari Prodi PBA STAINU Madiun. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mempererat sinergi kelembagaan antar-perguruan tinggi.

Ruang lingkup kerja sama ini difokuskan pada pengembangan kompetensi kebahasaan dan optimalisasi pelaksanaan program akademik. Selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati kolaborasi lintas kampus dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PkM), serta peningkatan standar kualitas layanan bahasa.

Melalui payung hukum MoU ini, kedua institusi berkomitmen untuk terus membangun kolaborasi yang terukur dan berkesinambungan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam mendongkrak mutu pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif di bidang bahasa.