0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah, STAINU Madiun Ikuti Penguatan Jurnal Kopertais IV di Surabaya

Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah, STAINU Madiun Ikuti Penguatan Jurnal Kopertais IV di Surabaya

SURABAYA – Guna memperkuat kontribusi keilmuan, STAINU Madiun ikut berpartisipasi dalam kegiatan Penguatan Jurnal yang diselenggarakan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Agustus 2025, di Hotel Santika Gubeng, Surabaya, dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS). STAINU Madiun sendiri mengutus Muhammad Miftah Irfan, M.H., dari P3M sebagai delegasi.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya tata kelola jurnal yang solid dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah. Hal ini dianggap sebagai langkah krusial bagi PTKIS untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik di tingkat nasional maupun global.

Selama kegiatan, para peserta dibekali wawasan mendalam melalui tiga sesi utama yang dibawakan oleh narasumber kompeten:

  • Ahmad Hanif Asyhar, M.Si., membahas “Optimalisasi Skor SINTA bagi Dosen dan Institusi PTKIS”, yang sangat relevan untuk meningkatkan reputasi ilmiah.
  • Dr. Muhammad Anas Maarif, M.Pd., membawakan materi “Dosen Berkarya, Dosen Berdampak: Menulis sebagai Sarana Kontribusi Ilmiah”, yang memotivasi para akademisi untuk aktif menulis.
  • Hanif Amrulloh ZA, menjelaskan “Tata Kelola Rumah Jurnal bagi PTKIS dan Penguatan Kualitas Artikel melalui Peer Review yang Profesional”, memberikan panduan praktis dalam mengelola jurnal.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga menjadi dorongan bagi dosen untuk lebih produktif dalam publikasi ilmiah. Acara ditutup dengan harapan besar agar ilmu yang didapat dapat segera diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas jurnal di institusi masing-masing, termasuk di STAINU Madiun.

39 Mahasiswa STAINU Madiun Lolos Yudisium, Siap Terjun ke Dunia Kerja

39 Mahasiswa STAINU Madiun Lolos Yudisium, Siap Terjun ke Dunia Kerja

MADIUN, 23 Agustus 2025 – Sebanyak 39 mahasiswa calon wisudawan dan wisudawati angkatan ke-10 STAINU Madiun mengikuti sidang yudisium dan pembekalan profesi. Acara penting ini berlangsung di Aula Lombok Ijo Madiun pada Sabtu, 23 Agustus 2025, sebagai penanda resminya status mereka sebagai lulusan.

Acara yudisium ini dihadiri oleh jajaran petinggi STAINU Madiun, termasuk Ketua STAINU Madiun, Wakil Ketua I Bidang Akademik, para Ketua Program Studi, serta segenap dosen dan mahasiswa. Prosesi dibuka dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, dilanjutkan dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus (SKL) kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Ketua STAINU Madiun menekankan empat hal penting yang harus dimiliki setiap lulusan agar bisa sukses di masyarakat, terutama di dunia kerja:

  • Ilmu Pengetahuan: Ilmu adalah modal utama. Lulusan harus terus haus akan ilmu pengetahuan dan tidak berhenti belajar, baik secara formal maupun informal.
  • Akhlak: Kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Akhlak yang mulia, kejujuran, dan integritas diri adalah pondasi yang akan membuat seseorang dihargai dan dipercaya.
  • Dauq: Dauq atau kepekaan rasa. Lulusan diharapkan memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar, mampu beradaptasi, dan memahami kebutuhan masyarakat.
  • Adab: Adab atau etika berperilaku adalah cerminan dari diri seseorang. Sikap sopan santun dan etika profesional menjadi kunci pembuka berbagai pintu kesempatan.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama, mengabadikan momen bahagia para calon wisudawan dan wisudawati yang kini siap melangkah ke babak baru dalam hidup mereka.


Unduh file dokumentasi di sini Download

Penuh Kekeluargaan, KPM STAINU Madiun di Desa Dawuhan Resmi Ditutup

Penuh Kekeluargaan, KPM STAINU Madiun di Desa Dawuhan Resmi Ditutup

Setelah sebulan penuh mengabdi, program Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun di Desa Dawuhan, Kecamatan Pilangkenceng, resmi ditutup. Acara penutupan yang berlangsung di posko 01 pada Rabu malam (20/8/2025) ini digelar dengan suasana sederhana namun penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan.

Acara yang dimulai setelah salat Magrib ini diisi dengan momen kebersamaan, mulai dari bincang santai, doa bersama, hingga makan malam bersama. Penutupan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan P3M STAINU Madiun, Kepala Desa dan perangkatnya, serta warga sekitar posko yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan KPM.

Dalam sambutannya, Bapak Yakup, S.Pd.I., M.Pd.I., selaku DPL, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Dawuhan, khususnya kepada Kepala Desa dan stakeholder yang telah bersedia menerima mahasiswa STAINU. Beliau juga memohon maaf atas segala kekhilafan yang mungkin terjadi selama pelaksanaan KPM.

“Semoga hasil KPM ini dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak. Terutama bagi mahasiswa STAINU, ini menjadi modal dasar pengalaman berharga untuk terus berupaya menjadi agen perubahan yang visioner dan progresif,” tutup Bapak Yakup.

Sementara itu, Bapak Suyanto, Kepala Desa Dawuhan, mengungkapkan rasa senang dan bahagia atas kehadiran para mahasiswa. Beliau merasa sangat terbantu dengan berbagai program yang telah terlaksana, baik di bidang pendidikan, keagamaan, maupun sosial masyarakat. Saking antusiasnya, Bapak Suyanto bahkan berharap agar masa KPM para mahasiswa STAINU bisa diperpanjang, yang seketika disambut gelak tawa dari seluruh hadirin.

Acara penutupan diakhiri dengan doa, makan bersama, dan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan yang telah terjalin.

(Kelompok 1 KPM STAINU Madiun 2025)

Mahasiswa KPM STAINU Kelompok 3 Ciptakan Program Inovatif “SA-MAN-DE-JU”

Mahasiswa KPM STAINU Kelompok 3 Ciptakan Program Inovatif “SA-MAN-DE-JU”

Tak hanya menjalankan rutinitas program kerja KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat), mahasiswa STAINU kelompok 3 menunjukkan kreativitas dan semangat inovasi dengan meluncurkan program “SA-MAN-DE-JU” atau Sayuran Mandiri Desa Maju. Program ini dirancang sejak awal masa pengabdian mereka, sebagai upaya produktif untuk memberdayakan lahan kosong di Desa Krebet.

Kegiatan utama dari SA-MAN-DE-JU ini mencakup seluruh proses, mulai dari pembibitan, penanaman, hingga perawatan rutin berbagai jenis sayuran dan tanaman. Tujuannya tidak hanya untuk memanfaatkan lahan secara produktif, tetapi juga untuk menyediakan hasil panen yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Lebih dari itu, kehadiran tanaman-tanaman ini juga bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk, segar, dan nyaman bagi warga desa.

Kesuksesan program SA-MAN-DE-JU ini tidak lepas dari kerja keras dan perawatan rutin yang dilakukan oleh mahasiswa KPM hingga akhir masa pengabdian mereka pada 21 Agustus 2025. Keberhasilan ini juga berkat dukungan penuh dari masyarakat Desa Krebet serta bimbingan dari Ibu Ummu Habibah, dosen pembimbing KPM kelompok 3.

Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KPM STAINU kelompok 3 berharap besar agar tanaman-tanaman yang telah mereka tanam dan rawat dapat terus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat setempat, sehingga program Sayuran Mandiri Desa Maju ini dapat terus memberikan manfaat jangka panjang.

(Kelompok 3 KPM STAINU Madiun 2025)

Edukasi Komprehensif untuk Orang Tua di Desa Dawuhan: Peran Penting dalam Perkembangan Anak

Edukasi Komprehensif untuk Orang Tua di Desa Dawuhan: Peran Penting dalam Perkembangan Anak

Kelompok 1 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun melanjutkan program kerjanya di Desa Dawuhan dengan menggelar kegiatan parenting yang bertema “Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Belajar Anak” pada selasa, 19 Agustus 2025. Acara ini sukses dilaksanakan di dua lokasi, yaitu KB Anak Teladan dan TK Dawuhan, dengan tujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para orang tua mengenai pentingnya pendampingan dalam setiap fase tumbuh kembang anak.

Setelah sukses dengan program snake education dan outbound di SD Dawuhan, kegiatan ini menjadi kelanjutan yang krusial untuk melengkapi program kerja KPM. Kegiatan parenting ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, Ibu Intan Asyikin Rantikasari, M.Pd., yakni dosen dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAINU Madiun.

Dalam paparannya, Ibu Intan menekankan bahwa peran orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi fasilitator utama dalam proses belajar anak. Ia menggarisbawahi pentingnya active involvement orang tua dalam mendampingi anak-anak saat belajar. Lebih lanjut, ia juga memperkenalkan konsep belajar sambil bermain sebagai metode yang paling ideal dan menyenangkan bagi anak usia dini. Metode ini terbukti efektif dalam menstimulasi kognitif, motorik, dan sosial anak tanpa membuatnya merasa tertekan.

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari para wali murid dan juga para guru di KB Anak Teladan dan TK Dawuhan. Mereka mengapresiasi inisiatif KPM STAINU Madiun yang telah memberikan edukasi berharga dan praktis untuk diterapkan di rumah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para orang tua di Desa Dawuhan semakin sadar akan peran vital mereka dalam membentuk masa depan anak-anaknya.

Dampingi UMKM Desa Krebet dalam Pembuatan NIB, Mahasiswa KPM STAINU Sambangi Rumah Kerumah Warga

Dampingi UMKM Desa Krebet dalam Pembuatan NIB, Mahasiswa KPM STAINU Sambangi Rumah Kerumah Warga

Mahasiswa KPM STAINU Dampingi UMKM Desa Krebet dalam Pembuatan NIB. Program unggulan berupa pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM telah dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun Kelompok 3 di Desa Krebet. Kegiatan ini berlangsung sejak Senin, 21 Juli hingga 21 Agustus 2025 nanti. Tujuan dari program ini adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus legalitas usaha, sehingga mereka memiliki payung hukum yang jelas dan dapat mengakses berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah maupun lembaga terkait.

Pendampingan ini tidak hanya sebatas memberikan sosialisasi tentang pentingnya NIB, tetapi juga mendampingi masyarakat secara langsung dalam setiap prosesnya. Mahasiswa membantu mulai dari pendataan UMKM, pengumpulan berkas persyaratan, pengisian formulir, hingga pendaftaran melalui sistem OSS (Online Single Submission). Kehadiran mahasiswa dalam pendampingan ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang belum terbiasa dengan proses pendaftaran berbasis digital.

Program ini mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM di Desa Krebet. Banyak di antara mereka yang mengaku sangat terbantu karena selain memperoleh legalitas usaha, mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai manfaat jangka panjang dari kepemilikan NIB. Dengan adanya NIB, para pelaku usaha dapat lebih mudah mengakses bantuan modal, mengikuti pelatihan, dan meningkatkan daya saing usaha mereka di masa mendatang.

Melalui program unggulan ini, diharapkan UMKM di Desa Krebet semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Mahasiswa KPM STAINU berharap pendampingan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus maju dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah demi keberlangsungan usaha mereka.

(Kelompok 3 KPM STAINU Madiun 2025)