SE. HIMBAUAN BERPAKAIAN HARI SANTRI NASIONAL (HSN) 2025

Unduh file di sini Download
[next_prev_buttons]

Unduh file di sini Download
[next_prev_buttons]
Dari pihak kampus, acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Bapak Nuryanto, M.M., dan Kepala Program Studi Ekonomi Syariah, Ibu Ana Indriana, M.E. Kehadiran pimpinan kampus menunjukkan apresiasi terhadap BAZNAS Kota Madiun sebagai mitra strategis.
Dalam sambutannya, perwakilan STAINU Madiun menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Madiun yang telah memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori keilmuan ekonomi syariah di lembaga amil zakat profesional.
“Kami berharap pengalaman yang didapatkan mahasiswa selama PKL di BAZNAS ini tidak berhenti di sini. Ilmu dan praktik yang mereka saksikan, terutama mengenai tata kelola zakat dan penyaluran dana, dapat menjadi bekal nyata yang bisa diimplementasikan dan dikembangkan di luar kampus setelah mereka lulus nanti,” ujar perwakilan kampus.
Pihak BAZNAS Kota Madiun juga mengapresiasi kinerja dan kontribusi aktif para mahasiswa selama masa PKL. Selama sebulan, mahasiswa telah terlibat langsung dalam kegiatan administratif, pelayanan muzaki, hingga pemahaman tentang pendistribusian dana kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penutupan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para mahasiswa untuk menjadi praktisi ekonomi syariah yang kompeten dan berintegritas di masa depan.
[next_prev_buttons]
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Kepala MA Tri Bhakti Pagotan, Kepala MTs Tri Bhakti Pagotan, para guru pendamping, dan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari STAINU Madiun, yaitu Zumrotul Masruroh, M.Pd.I dan Nur Fitriani, M.Pd.
Pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STAINU Madiun yang menjadikan MA Tri Bhakti Pagotan sebagai mitra pelaksanaan magang. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa.
Dalam arahannya, Zumrotul Masruroh, M.Pd.I, menekankan bahwa magang merupakan ajang pembentukan karakter profesional bagi calon guru. “Melalui magang ini, mahasiswa belajar bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga memahami kultur sekolah, bekerja sama dengan guru, dan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Nur Fitriani, M.Pd, menambahkan bahwa Magang II menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pedagogik, sosial, dan profesional. Ia berpesan, “Mahasiswa PBA harus mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa madrasah.”
Usai pembukaan, 10 mahasiswa PBA diarahkan untuk berkoordinasi dengan guru pamong guna menyusun jadwal praktik mengajar, observasi kelas, dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas madrasah selama beberapa minggu ke depan. Dengan semangat “Belajar, Berkarya, dan Mengabdi”, program ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab.
[next_prev_buttons]
Materi yang disampaikan berfokus pada konsep gender yang seimbang dan adil sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah. Koordinator Aswaja Center menjelaskan bahwa Islam mengajarkan kesetaraan derajat di hadapan Allah SWT tanpa membedakan jenis kelamin, namun juga mengakui adanya peran-peran spesifik yang saling melengkapi. Para peserta diajak untuk memahami bagaimana ajaran Al-Qur’an dan Hadits memberikan panduan yang jelas mengenai hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan, sekaligus menepis pandangan-pandangan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Suasana Makesta terasa sangat interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, aktif mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi. Partisipasi aktif ini mencerminkan tingginya minat pelajar NU terhadap isu-isu penting yang berkaitan dengan identitas diri dan peran mereka di tengah masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian integral dari proses kaderisasi yang dilakukan oleh PAC IPNU IPPNU Geger. Tujuannya adalah tidak hanya untuk memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga untuk membentuk karakter kader yang kritis dan berwawasan luas. Dengan memahami gender dari perspektif Islam, diharapkan para anggota dapat menjadi agen perubahan yang menyuarakan moderasi beragama dan mampu menciptakan lingkungan yang harmonis, jauh dari diskriminasi dan kesalahpahaman.
Di akhir sesi, Koordinator Aswaja Center berpesan agar ilmu yang didapat tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Makesta ini pun ditutup dengan harapan besar agar 35 kader muda yang hadir dapat menjadi pelopor dalam menyebarkan pemahaman Islam yang ramah dan berkeadilan, menjadikan IPNU IPPNU sebagai wadah yang produktif dan inspiratif bagi generasi mendatang.
[next_prev_buttons]
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB ini dihadiri banyak tokoh penting desa, seperti Kepala Desa, Ketua BPD, pengurus bank sampah, dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Ummu Habibah menjelaskan bahwa peran perempuan sangat krusial dalam program ini.
“Revitalisasi ini bukan cuma soal memilah sampah, tapi juga bagaimana bank sampah bisa jadi penggerak ekonomi buat ibu-ibu. Sampah yang selama ini dianggap sepele, bisa diubah jadi kerajinan atau barang yang punya nilai jual,” jelas Ummu Habibah.
Acara dilanjutkan dengan pelatihan praktis, mulai dari cara memilah sampah organik dan anorganik dengan benar, sampai sosialisasi sistem pencatatan tabungan sampah yang lebih rapi. Ummu Habibah juga berjanji akan terus memberikan pendampingan agar program ini berjalan sukses dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Kepala Desa Ngetrep menyambut baik inisiatif ini. Ia berterima kasih atas dukungan dari STAINU Madiun. “Kami sangat senang dengan kehadiran Ibu Ummu. Semoga bank sampah ini bisa lebih maju dan jadi contoh bagi desa-desa lain,” tuturnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan warga Desa Ngetrep semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus memberi kesempatan baru bagi para ibu untuk berkarya dan berkontribusi secara ekonomi.
[next_prev_buttons]
Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan pengelola jurnal di seluruh PTKIS untuk menghadapi akreditasi SINTA. Para peserta mendapatkan materi mendalam terkait poin-poin penting dalam penilaian, mulai dari manajemen penerbitan hingga tata kelola naskah. Hal ini menjadi modal berharga bagi STAINU Madiun yang terus berupaya meningkatkan kualitas jurnalnya.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah sesi bedah website jurnal, di mana Jurnal El Wahdah dari STAINU Madiun menjadi salah satu yang mendapatkan sorotan. Pemateri memberikan masukan konstruktif dan menekankan bahwa masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, khususnya dari sisi pengelolaan dan penyajian artikel, sebelum jurnal tersebut siap diajukan untuk akreditasi SINTA.
Melalui keikutsertaan ganda dalam kegiatan ini, STAINU Madiun menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan jurnal ilmiah. Diharapkan, ilmu dan masukan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk mempercepat proses akreditasi dan meningkatkan reputasi akademik kampus di tingkat nasional.
[next_prev_buttons]
Wakil Ketua I, Nuryanto, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa PKL ini merupakan program penting untuk menyelaraskan teori ekonomi syariah yang dipelajari di kampus dengan praktik langsung di lapangan, khususnya di BAZNAS.
“Saya berharap, dengan program PKL ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tapi juga melihat langsung proses di lapangan. Jika sebelumnya hanya memahami dua pengetahuan tentang BAZNAS, setelah PKL harus bisa memahami sembilan pengetahuan. Ini sangat penting karena ilmu yang didapat bisa berguna di masa depan,” ujar Nuryanto.
Pihak BAZNAS Kota Madiun menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Melalui pimpinannya, BAZNAS menyatakan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan agar mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan zakat dan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa dijadwalkan akan terlibat langsung dalam kegiatan administratif dan pelayanan zakat di kantor BAZNAS. PKL ini diharapkan dapat memperkuat pembelajaran kontekstual yang telah didapat mahasiswa di bangku kuliah.
[next_prev_buttons]
PBAK diawali dengan sesi pembukaan, yang mencakup registrasi peserta, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan STAINU Madiun, Ketua STAINU Madiun yang diwakili oleh Wakil Ketua I dan II, Dosen STAINU Madiun, serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Setelah sesi pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sesi pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan. Para mahasiswa baru mendapatkan materi berharga dari para narasumber, mulai dari Koordinator Jurusan Tarbiyah, hingga Koordinator Jurusan Syari’ah. Materi juga disampaikan oleh pihak akademik dan kemahasiswaan, termasuk sosialisasi SIAKAD, pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan perkenalan dengan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan.
Acara PBAK ini diharapkan menjadi bekal awal bagi mahasiswa baru dalam beradaptasi dengan kehidupan kampus. Para peserta terlihat bersemangat dan siap menjalani perjalanan akademik mereka di STAINU Madiun.
[next_prev_buttons]
Kegiatan ini merupakan agenda strategis yang kembali dibuka oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keikutsertaan dosen STAINU Madiun dalam PD-PKPNU ini adalah wujud komitmen nyata untuk memperkokoh pemahaman dan pengamalan nilai-nilai ke-NU-an di lingkungan kampus.
Diharapkan, dengan mengikuti kegiatan ini, para dosen tidak hanya mampu menjadi pengajar yang profesional, tetapi juga menjadi kader NU yang militan. Mereka diharapkan dapat menularkan semangat dan nilai-nilai luhur NU kepada seluruh mahasiswa dan civitas akademika, sehingga STAINU Madiun benar-benar menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan dan keagamaan yang kuat sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.
[next_prev_buttons]

Halo, #SobatPDDikti
Saat ini beredar laman yang menyerupai laman resmi PDDikti. Harap berhati-hati terhadap hoaks maupun berbagai bentuk penipuan digital yang mengatasnamakan PDDikti.
🔗 Laman resmi PDDikti hanya dapat diakses melalui: pddikti.kemdiktisaintek.go.id
📌 Selalu periksa akun resmi pddikti untuk memperoleh informasi yang akurat.
Mari bersama-sama bijak dan waspada terhadap potensi penipuan digital, serta pastikan selalu mengakses informasi dari sumber resmi.
[next_prev_buttons]