SK PESERTA PMB TA. 2026-2027
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Sertifikasi ini rupanya bukan sekadar urusan tumpukan kertas administrasi, melainkan tameng hukum untuk melindungi amanah umat. Kepala Kanwil BPN Jatim, Dr. Asep Heri, S.H., M.H., QRMP, menegaskan bahwa program ini adalah bukti komitmen pemerintah. Ia berharap seluruh tanah wakaf ke depannya bisa terdata rapi dan berkekuatan hukum tetap, sehingga fungsi sosial dan keagamaannya bisa berjalan tanpa hambatan.
Pentingnya menjaga amanah ini juga ditekankan oleh Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., yang turut hadir di lokasi. Dalam arahannya, beliau mengingatkan bahwa tanah wakaf harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Jika dikelola dengan benar, wakaf tidak hanya menjadi tabungan pahala di akhirat, tetapi juga mesin penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat saat ini.
Bagi STAINU Madiun, pembekalan ini membawa wawasan segar yang sangat aplikatif. Ketua ZISWAF STAINU Madiun, Yakup, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir bersama Bendahara ZISWAF, Rudi Purnomo, M.E., mengapresiasi penuh inisiatif BPN tersebut. Menurut Yakup, ilmu dari acara ini akan langsung diterapkan untuk merapikan tata kelola lembaga ZISWAF kampus agar semakin tertib administrasi, profesional, dan transparan.
Kehadiran tim STAINU Madiun di Mojokerto menjadi bukti nyata dukungan kampus terhadap program strategis pemerintah di bidang pertanahan. Lewat kolaborasi lintas sektor yang kuat ini, proses legalisasi tanah wakaf diharapkan bisa berlari lebih kencang. Ujung-ujungnya, aset wakaf yang punya kepastian hukum akan menjadi pilar penyokong kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
Acara pembukaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sejumlah praktisi dan akademisi hukum. Hakim PA Kota Madiun, Nova Sri Wahyuning Tyas, S.H.I., M.H., yang didapuk sebagai dosen pamong, turut memberikan pembekalan awal. Ia memaparkan pentingnya menjaga etika dan memahami ritme kerja serta mekanisme praktik di lingkungan peradilan agama bagi para peserta magang.
Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis untuk mencetak lulusan yang kompeten. Menurutnya, mahasiswa harus memahami betul bagaimana hukum acara dipraktikkan secara nyata di lembaga peradilan. Senada dengan hal itu, Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H., berharap peserta bisa menyerap pengalaman empiris ini untuk menjembatani teori akademik dengan realitas hukum di masyarakat.
Sementara itu, Dosen Pengampu mata kuliah Magang Praktik Peradilan, Muhammad Miftah Irfan, S.H., M.H., menambahkan bahwa program ini didesain secara serius. Ia menekankan bahwa kegiatan magang ini bukanlah sekadar formalitas syarat kelulusan, melainkan kawah candradimuka untuk membentuk mental dan profesionalitas calon praktisi hukum masa depan.
Melalui program magang ini, mahasiswa ditargetkan mampu menguasai alur beracara secara komprehensif, mulai dari urusan administrasi perkara, dinamika persidangan, hingga proses penjatuhan putusan. Bekal pengalaman langsung ini diharapkan membuat lulusan STAINU Madiun lebih matang dan siap tarung saat memasuki dunia kerja di ranah hukum peradilan kelak.
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Agenda yang diinisiasi oleh Aswaja Center STAINU Madiun ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Yayasan BPPTNU Madiun, Dr. KH. Munir Zuhdi, Lc., M.Ag., beserta jajaran pengurus yayasan. Turut hadir membaur dalam majelis tersebut Ketua STAINU Madiun, segenap jajaran dosen, serta tenaga kependidikan.
Dalam kesempatan penuh berkah tersebut, Dr. KH. Munir Zuhdi memberikan mau’idhoh hasanah (wejangan) yang menggugah semangat sivitas akademika. Beliau menekankan pentingnya menyatukan visi dan semangat juang dalam membangun STAINU Madiun. Lebih lanjut, KH. Munir Zuhdi juga membagikan berbagai kiat strategis dan langkah konkret guna memajukan kampus agar semakin progresif ke depannya.
Setelah memberikan arahan kelembagaan, KH. Munir Zuhdi mengambil peran memimpin jalannya istighosah dan zikir bersama. Tangan menengadah, mengamini doa-doa yang dilantunkan. Sesuai dengan tema yang diusung, munajat kali ini difokuskan untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi Bangsa Indonesia, sekaligus bentuk kepedulian spiritual bagi umat Islam di seluruh belahan dunia.
Kegiatan mujahadah di pertengahan bulan Ramadhan ini menjadi penegas identitas STAINU Madiun. Kampus ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, melainkan terus merawat tradisi batin Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah—sebuah ikhtiar menjaga Nusantara melalui doa, dan merangkul dunia dengan cinta.
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Bertempat di Aula Universitas Islam Tribakti (UIT) Kediri, acara ini dihadiri oleh pimpinan dan pengelola program studi dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) di wilayah Zona Mataraman.
Dalam kesempatan tersebut, STAINU Madiun mendelegasikan dua perwakilan dari bidang akademik, yakni Devi Ernantika, M.E. dan Novita Kusumadewi, M.Pd. Kehadiran kedua akademisi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman teknis mengenai penyusunan kurikulum berbasis luaran (OBE) yang kini menjadi standar akreditasi nasional.
Workshop ini menghadirkan narasumber ahli, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam paparannya, beliau membedah materi secara komprehensif mulai dari Overview Kurikulum berbasis OBE di PTKI, teknik penyusunan RPS, hingga asistensi langsung dalam penyusunan dokumen pembelajaran tersebut.
Melalui partisipasi aktif dalam forum ini, STAINU Madiun berharap dapat segera mengimplementasikan kurikulum berbasis OBE secara penuh guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Informasi Terkait: Saat ini STAINU Madiun juga telah membuka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) untuk Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dibuka mulai 2 Januari hingga 30 September 2026. Calon mahasiswa dapat segera mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi bagian dari civitas akademika STAINU Madiun.
Jika pada kunjungan sebelumnya STAINU Madiun melibatkan mahasiswa dari kalangan santri Pondok Pesantren Al Basyariyah, nuansa “nyantri” tersebut kembali dibawa dan menjadi daya tarik utama dalam expo kali ini. Di tengah dominasi stan perguruan tinggi lain yang tampil dengan gaya modern, delegasi STAINU Madiun justru tampil percaya diri dengan busana sopan dan bersongkok.
Penampilan khas ini bukan sekadar gaya, melainkan pesan visual bahwa STAINU Madiun teguh memegang nilai-nilai keislaman, kesantunan, dan tradisi pesantren sebagai ruh utama kampus, meskipun berada di ruang akademik modern.
Selain menonjolkan identitas visual, STAINU Madiun juga memperkenalkan visi besarnya melalui jargon “Membaca Nusantara, Dibaca Dunia.” Jargon ini mendapat respons positif dari para siswa dan guru SMAN 2 Kabupaten Madiun karena dinilai mampu merepresentasikan semangat keilmuan yang berakar pada kearifan lokal, namun memiliki orientasi dan daya saing global.
Tim fasilitator di stan STAINU aktif melayani pertanyaan para siswa kelas XII terkait program studi, peluang beasiswa, hingga prospek lulusan. Pihak SMAN 2 Kabupaten Madiun pun mengapresiasi kehadiran STAINU yang dinilai memberikan alternatif pendidikan tinggi yang seimbang antara kemajuan akademik dan kekokohan moral.
Melalui partisipasi aktif dalam rangkaian expo ini—dari madrasah hingga sekolah menengah umum—STAINU Madiun berharap dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai pilihan utama bagi generasi muda yang menginginkan pendidikan tinggi berkualitas dengan fondasi karakter santri yang kuat.