Gelar Diskusi Daring “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus”, STAINU Madiun Dorong Budaya Literasi Mahasiswa
MADIUN, 15 November 2025 — Dosen dan mahasiswa STAINU Madiun berkolaborasi dalam sebuah diskusi buku daring yang digelar oleh Eonoiaco Institute, sebuah akun pegiat literasi, pada Sabtu malam pukul 19.30 WIB melalui platform Instagram Live. Acara ini bertujuan untuk mendorong budaya literasi di kalangan civitas akademika dan masyarakat umum.
Diskusi tersebut dimoderatori oleh Fikriyatul Ilmi, Lc., M.H., salah satu dosen STAINU Madiun. Narasumber utamanya adalah Dede Alien Efansyah, mahasiswa semester VII Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun, yang juga dikenal sebagai inisiator IBP (Indonesia Book Party) Regional Madiun, sebuah komunitas literasi aktif.
Dede mengulas novel terjemahan berjudul “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus”, karya novelis dan jurnalis Lebanon, Amin Maalouf (judul asli: “Balthasar’s Odyssey”). Diskusi berlangsung sangat seru karena novel tersebut mengangkat tema yang kompleks dan menarik, meliputi kisah cinta yang pelik, benturan antaragama dan peradaban, renungan filosofis tentang kesejatian hidup, serta kronik sejarah yang kaya.
Sesuai dengan judul novel, pembahasan utama memicu pertanyaan mendalam bagi peserta. “Mencari Nama Tuhan yang Keseratus” membuat peserta, khususnya umat Muslim, penasaran apakah ada nama Allah ke-100 di luar 99 Asma’ul Husna yang telah dikenal. Pertanyaan filosofis ini membuka sesi diskusi dan tanya jawab yang sangat interaktif, melibatkan baik moderator maupun partisipan daring.
Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa STAINU Madiun dalam forum literasi publik ini menegaskan komitmen kampus untuk tidak hanya fokus pada akademik formal, tetapi juga pada pengembangan wawasan dan budaya membaca kritis di tengah perkembangan teknologi digital.
Dampingi “Squad Dewan” DPRD Jatim, Dosen STAINU Madiun: Kupas Tuntas Peran Gen Z dalam Demokrasi
MADIUN, 12 November 2025 — Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar acara edukatif bertajuk “Squad Dewan.” Kali ini, dosen STAINU Madiun, Ummu Habibah, diundang sebagai narasumber utama untuk membahas tema krusial mengenai “Peran Generasi Z dalam Demokrasi.”
Ummu Habibah secara lugas meyakinkan peserta bahwa Gen Z adalah kelompok strategis dengan peran besar dalam pembangunan negara. Ia menegaskan bahwa kekuatan mereka terletak pada jumlah dan akses terhadap informasi, yang memungkinkan Gen Z menjadi motor perubahan yang efektif. Menurutnya, berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi bukanlah sekadar pilihan, melainkan kewajiban moral dan konstitusional bagi setiap warga negara muda.
Dalam pemaparannya, beliau merincikan dua jalur utama peran Gen Z: pendekatan elektoral (menggunakan hak suara secara cerdas) dan pendekatan non-elektoral (advokasi dan pengawasan kebijakan). Ia secara khusus menyoroti pentingnya literasi digital sebagai benteng pertahanan Gen Z melawan arus hoax dan narasi sesat yang merusak iklim demokrasi yang sehat.
Acara ini berhasil menjaring peserta dari kalangan pelajar SMA/SMK/MA di tiga wilayah, yaitu perwakilan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dari Kabupaten Nganjuk, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun. Kehadiran delegasi pelajar ini bertujuan memperluas pemahaman politik di tingkat akar rumput, menyiapkan mereka menjadi pemilih cerdas dan kritis menjelang pesta demokrasi.
Suasana acara terasa hidup dan dinamis, terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung aktif dan kritis. Tingginya antusiasme peserta mencerminkan kesadaran Gen Z terhadap isu-isu kebangsaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi lahirnya agen-agen demokrasi muda yang bertanggung jawab dan melek teknologi.
Aksi Nyata Dosen PIAUD STAINU Madiun: Tingkatkan Kualitas Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Pule Sawahan
MADIUN, 10 November 2025 — Komitmen STAINU Madiun dalam mendukung pertumbuhan anak usia dini diwujudkan melalui aksi nyata dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Ummu Habibah, M.Pd.I. bersama Tim Pembina Posyandu Kabupaten Madiun Ummu Habibah melaksanakan pembinaan dan monitoring pelaksanaan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang kini mengintegrasikan Inisiasi Layanan Primer (ILP) di Desa Pule Sawahan.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang Pengabdian kepada Masyarakat. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pengasuhan anak usia dini langsung di garda terdepan desa. Kunjungan ini berfokus pada penguatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan layanan kesehatan primer secara lebih komprehensif dan akurat.
Dalam kesempatan tersebut, Ummu Habibah menekankan peran penting Posyandu sebagai garda terdepan pemantauan pertumbuhan anak. Ia menegaskan bahwa melalui Posyandu ILP, kader wajib memastikan setiap anak mendapatkan layanan esensial, mulai dari imunisasi, gizi, hingga stimulasi perkembangan. Tim pembina memberikan pelatihan teknis, termasuk cara pengukuran antropometri (berat dan tinggi badan) yang akurat, pentingnya pencatatan di Kartu Menuju Sehat (KMS), serta teknik komunikasi efektif kepada orang tua terkait masalah gizi dan pola asuh.
Selain pembinaan, dilakukan pula monitoring langsung terhadap proses pelayanan Posyandu. Ummu Habibah mengamati proses penimbangan, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan (PMT), sembari mengapresiasi dedikasi para kader desa. Respon dari warga Desa Pule Sawahan sangat positif. Salah satu ibu balita, Ibu Siti, menyampaikan rasa terima kasih karena penjelasan tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan menjadi lebih mudah dipahami dan meningkatkan kepeduliannya terhadap gizi anak.
Ketua Program Studi PIAUD STAINU Madiun, Konik Naimah, M.Si., secara terpisah menegaskan bahwa kegiatan semacam ini adalah manifestasi kepedulian institusi terhadap masa depan generasi bangsa. Beliau menyatakan, “Kualitas tumbuh kembang anak usia dini sangat menentukan keberhasilan mereka di masa depan. Melalui sinergi akademisi dan masyarakat, kami berharap dapat mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.”
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menegaskan kembali peran strategis Dosen PIAUD STAINU Madiun sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada teori di kampus, tetapi juga aktif berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya dalam aspek perlindungan dan pengembangan potensi anak usia dini di tingkat desa.
Tingkatkan Mutu Akademik, STAINU Madiun Gelar Audit Mutu Internal (AMI) Standar Pendidikan
MADIUN, 7 November 2025 — Dalam rangka mengimplementasikan dan mengevaluasi siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), STAINU Madiun melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) hari ini menyelenggarakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2025.
AMI kali ini berfokus pada audit Standar 6: Pendidikan dan menargetkan empat Program Studi (Prodi) di lingkungan STAINU Madiun, yaitu:
- Pendidikan Bahasa Arab (PBA)
- Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD)
- Hukum Ekonomi Syariah (HES)
- Ekonomi Syariah (ES)
Kegiatan AMI yang dilaksanakan di Aula 201 ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan penilaian kesesuaian terhadap implementasi standar mutu pada periode Tahun Akademik 2024/2025.
Audit dipimpin oleh Koordinator Unit Penjaminan Mutu, Devi Ernantika, M.E., bersama auditor internal, Ummu Habibah, M.Pd.I. . Para auditor memeriksa secara mendalam berbagai aspek Standar Pendidikan di masing-masing program studi, mulai dari kurikulum, proses pembelajaran, hingga evaluasi hasil belajar.
Kegiatan ini merupakan bagian penting dari upaya STAINU Madiun untuk mewujudkan mutu berkelanjutan (continuous improvement) di institusi. Hasil audit ini akan menjadi dasar bagi setiap program studi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas, memastikan bahwa proses akademik berjalan optimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Tingkatkan Kompetensi Calon Guru, PKKL II Mahasiswa PBA STAINU Madiun di MA Tri Bhakti Resmi Ditutup
MADIUN, 6 November 2025 — Kegiatan Program Kuliah Kerja Lapangan (PKKL) 2 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun resmi berakhir. Setelah menjalani praktik selama satu bulan penuh, penutupan resmi dilaksanakan di MA Tri Bhakti Pagotan, Madiun, ditandai dengan penilaian akhir dan momen penuh kehangatan.
PKKL II ini merupakan bagian krusial dari proses pembelajaran mahasiswa semester 7, di mana mereka dituntut untuk mengaplikasikan teori keilmuan ke dalam praktik mengajar yang sesungguhnya di dunia pendidikan.
Acara penutupan dihadiri lengkap oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Zumrotul Masruroh, M.Pd.I. dan Nur Fitriani, M.Pd., serta jajaran pimpinan MA Tri Bhakti Pagotan, termasuk Kepala Madrasah, Bapak H. Syamsul Arifin, S.Pd.I., para guru pengampu, dan seluruh mahasiswa peserta PKKL.
Sebelum penutupan, tim dosen dan guru pamong melakukan penilaian akhir yang komprehensif. Penilaian tersebut meliputi berbagai aspek krusial, seperti perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), kemampuan mengelola kelas, penggunaan media Bahasa Arab, serta aspek reflektif dan profesionalisme mahasiswa dalam mengajar.
Kepala MA Tri Bhakti Pagotan, Bapak H. Syamsul Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. “Kami merasa senang dan terbantu dengan kehadiran mahasiswa PBA STAINU Madiun. Mereka menunjukkan semangat, tanggung jawab, dan kreativitas yang tinggi dalam mengajar. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menjadi guru yang profesional dan berdedikasi,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda mata, serta sesi foto bersama. Suasana hangat dan haru menyelimuti penutupan, sekaligus menjadi penanda berakhirnya satu bulan penuh pengabdian dan kebersamaan.
Diharapkan, pengalaman nyata ini mampu memperkuat kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa PBA STAINU Madiun sebagai calon guru Bahasa Arab yang unggul, berakhlak, dan berwawasan islami.
STAINU Madiun Kukuhkan 37 Sarjana di Kayana Ballroom, Wakil Bupati Ajak Lulusan Jadi Agen Perubahan
KOTA MADIUN, 25 Oktober 2025 — Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun sukses menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-IX Sarjana Strata 1 Tahun 2025. Sebanyak 37 mahasiswa dari empat program studi resmi dikukuhkan menjadi sarjana baru dalam upacara yang berlangsung khidmat di Kayana Ballroom, Jalan Pahlawan, Kota Madiun.
Acara dibuka pada pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh jajaran Senat, pimpinan kampus, serta perwakilan Badan Pengelola Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (BPPTNU). Turut hadir pula Wakil Bupati Madiun dan Asisten Walikota Madiun sebagai tamu kehormatan serta stake holder dari PCNU Kabupaten Madiun, perwakilan kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madiun, Baznas Kota dan kabupaten Madiun.
Puncak sesi akademik diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Dr. KH. Miftahul Huda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Dengan mengangkat topik “Budaya Pesantren yang Ilmiah dan Amaliah”, beliau menekankan bahwa budaya santri yang meliputi kebersamaan, kekeluargaan, kesederhanaan, dan kemandirian, adalah modal penting bagi lulusan.
Beliau juga menantang para wisudawan untuk menguasai ranah publik dan dunia digital. “Kuasailah ranah publik dengan konten-konten yang manfaat. Dunia maya jangan cuma jadi tempat bertanya dan arena bergaya, jadikan sosial media kalian sebagai sarana untuk menebar maslahat dan bukan madarat,” pesannya.
Suasana semakin hangat dengan kehadiran perwakilan Pemerintah Daerah. Wakil Bupati Madiun turut hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, M.H., menyatakan rasa bangga dan terkesan dengan budaya santri di STAINU Madiun. Beliau menekankan bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar mencari pekerjaan.
“Kita menempuh pendidikan itu adalah menambah keilmuan kita, sehingga dengan keilmuan kita nanti kita mampu bermanfaat bagi orang banyak,” tegas beliau.
Wakil Bupati Madiun juga berpesan agar para sarjana menjadi Agen Perubahan (Agent of Change) yang membawa inovasi, Agen Kontrol Sosial (Social Control) yang menjaga moral dan kondusivitas sosial serta Penerus Bangsa yang berintegritas dan memiliki kepemimpinan.
Wisuda ke-IX ini mengukuhkan 37 sarjana dari empat program studi: Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Setia Lulusan yang dipimpin oleh Ibnu Muzakir, Sarjana Hukum. Ikrar tersebut menegaskan komitmen lulusan untuk mengabdi kepada masyarakat dan mengembangkan dakwah Islamiah berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdiyah.
Acara ditutup dengan Amanat Ketua STAINU Madiun, Anwar Solih Azarkoni, S.H.I., M.H., dan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH. Mustaqim Basari.
Dukung Mutu Pendidik, Dosen PIAUD STAINU Madiun Jadi Juri Lomba MC Formal Aksigura Kebonsari
MADIUN – Komitmen STAINU Madiun dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) diwujudkan melalui partisipasi aktif dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) sebagai juri Lomba MC Formal Aksigura. Kegiatan yang merupakan Ajang Kompetisi Guru RA (Raudhatul Athfal) ini diselenggarakan oleh IGRA Kecamatan Kebonsari pada Selasa, 15 Oktober 2025, bertempat di RA Babussalam Kerjo Mojorejo.
Keterlibatan dosen PIAUD, yang diwakili oleh Ummu Habibah, M.Pd.I, merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama yang terjalin dengan PD IGRA Kabupaten Madiun. Ini sekaligus menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian masyarakat.
Ketua Program Studi PIAUD STAINU Madiun, Konik Naimah, M.Si, menekankan pentingnya kegiatan ini. “Keterampilan Master of Ceremony (MC) Formal sangat dibutuhkan guru RA dalam acara-acara resmi sekolah dan organisasi. Kami berharap melalui penjurian ini, kami bisa berbagi standar praktik terbaik agar guru RA tampil lebih percaya diri dan profesional,” ujarnya.
Lomba MC Formal Aksigura ini diikuti oleh puluhan guru RA se-Kecamatan Kebonsari. Ummu Habibah, M.Pd.I, sebagai juri memberikan penilaian objektif serta masukan konstruktif. Ia juga mengapresiasi IGRA Kebonsari yang telah menyelenggarakan kompetisi yang terarah pada pengembangan profesionalisme guru.
Sinergi antara STAINU Madiun dan PD IGRA Kabupaten Madiun ini diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program kolaboratif, demi mewujudkan PAUD yang berkualitas dan unggul di Kabupaten Madiun.
SE. HIMBAUAN BERPAKAIAN HARI SANTRI NASIONAL (HSN) 2025

Unduh file di sini Download
Tuntas Sebulan Praktik, Mahasiswa Ekonomi Syariah STAINU Madiun Resmi Akhiri PKL di BAZNAS Kota Madiun
MADIUN, 10 Oktober 2025 — Setelah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan penuh, sebanyak lima belas mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah STAINU Madiun secara resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Madiun. Acara penutupan ini dilaksanakan pada Jumat, 10 Oktober 2025, menandai berakhirnya kegiatan yang dimulai sejak awal September.
Dari pihak kampus, acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Bapak Nuryanto, M.M., dan Kepala Program Studi Ekonomi Syariah, Ibu Ana Indriana, M.E. Kehadiran pimpinan kampus menunjukkan apresiasi terhadap BAZNAS Kota Madiun sebagai mitra strategis.
Dalam sambutannya, perwakilan STAINU Madiun menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kota Madiun yang telah memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori keilmuan ekonomi syariah di lembaga amil zakat profesional.
“Kami berharap pengalaman yang didapatkan mahasiswa selama PKL di BAZNAS ini tidak berhenti di sini. Ilmu dan praktik yang mereka saksikan, terutama mengenai tata kelola zakat dan penyaluran dana, dapat menjadi bekal nyata yang bisa diimplementasikan dan dikembangkan di luar kampus setelah mereka lulus nanti,” ujar perwakilan kampus.
Pihak BAZNAS Kota Madiun juga mengapresiasi kinerja dan kontribusi aktif para mahasiswa selama masa PKL. Selama sebulan, mahasiswa telah terlibat langsung dalam kegiatan administratif, pelayanan muzaki, hingga pemahaman tentang pendistribusian dana kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan penutupan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para mahasiswa untuk menjadi praktisi ekonomi syariah yang kompeten dan berintegritas di masa depan.
Perkuat Sinergi Kampus dan Madrasah, Mahasiswa PBA STAINU Madiun Mulai Magang II di MA Tri Bhakti
PAGOTAN, 8 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STAINU Madiun menggelar Pembukaan Magang II di MA Tri Bhakti Pagotan. Kegiatan ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa sebagai upaya nyata memperkuat sinergi antara dunia kampus dan lembaga pendidikan menengah.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh Kepala MA Tri Bhakti Pagotan, Kepala MTs Tri Bhakti Pagotan, para guru pendamping, dan dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari STAINU Madiun, yaitu Zumrotul Masruroh, M.Pd.I dan Nur Fitriani, M.Pd.
Pihak madrasah menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STAINU Madiun yang menjadikan MA Tri Bhakti Pagotan sebagai mitra pelaksanaan magang. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Arab bagi siswa.
Dalam arahannya, Zumrotul Masruroh, M.Pd.I, menekankan bahwa magang merupakan ajang pembentukan karakter profesional bagi calon guru. “Melalui magang ini, mahasiswa belajar bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga memahami kultur sekolah, bekerja sama dengan guru, dan beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Nur Fitriani, M.Pd, menambahkan bahwa Magang II menjadi momentum penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan pedagogik, sosial, dan profesional. Ia berpesan, “Mahasiswa PBA harus mampu menghadirkan pembelajaran Bahasa Arab yang menarik, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa madrasah.”
Usai pembukaan, 10 mahasiswa PBA diarahkan untuk berkoordinasi dengan guru pamong guna menyusun jadwal praktik mengajar, observasi kelas, dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas madrasah selama beberapa minggu ke depan. Dengan semangat “Belajar, Berkarya, dan Mengabdi”, program ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi nyata dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab.







































