KALENDER AKADEMIK STAINU MADIUN 2026-2027
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Unduh informasi selengkapnya di sini Download
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menyambut positif kolaborasi strategis ini. Beliau menekankan bahwa Pemkab Madiun menaruh harapan besar agar sinergi ini dapat mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Madiun yang saat ini berada di angka 75, untuk bisa menembus standar nilai yang lebih tinggi. Bupati menyoroti pentingnya keterlibatan akademisi dalam riset potensi komoditas lokal di lereng Wilis, serta pelaksanaan KKN untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memperpanjang usia lama sekolah.
“MoU ini jangan sekadar seremonial tanda tangan saja. Kita butuh kerja sama nyata dan diimplementasikan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Madiun,” ujar Bupati Hari Wuryanto dalam sambutannya.
Menyambut hal tersebut, Ketua STAINU Madiun, Anwar Soleh Azarkoni, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa kemitraan dengan pemerintah daerah adalah sebuah keniscayaan bagi kampus guna mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi—yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—secara optimal. Ia juga mengutarakan permohonan dukungan dari Pemkab terkait rencana strategis STAINU yang bersiap membangun gedung kampus secara permanen di wilayah teritorial Kabupaten Madiun dalam waktu dekat.
Acara penandatanganan kesepakatan ini berlangsung khidmat dan turut disaksikan oleh jajaran Kepala OPD, pengurus BPPT NU, serta tokoh penting pembina kampus seperti Dr. KH. Munir Zuhdi, Lc., M.Ag., dan mantan Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos., yang selama ini mengawal eksistensi STAINU. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi langkah konkrit dalam mewujudkan masyarakat Madiun yang bersahaja dan semakin unggul di masa depan.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdullah Muhdi, M.H., yang hadir sebagai narasumber, memberikan motivasi tajam kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa STAINU Madiun tidak boleh merasa inferior atau kalah bersaing dengan kampus-kampus besar meskipun berada di wilayah kabupaten. Menurutnya, kompetensi abad 21 menuntut adaptasi teknologi di mana AI telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan masyarakat.
“Ini adalah kompetisi. Percayalah bahwa suatu saat lulusan STAINU Madiun bisa menjadi pionir dan pemain aktif di era AI,” tegas Abdullah Muhdi di hadapan ratusan mahasiswa.
Sementara itu, pakar pendidikan bahasa Arab dari Universitas Darussalam Gontor, Assoc. Prof. Yoke Suryadarma, M.Pd.I., yang lebih akrab disapa Ustadz Yoke mengupas tuntas transformasi dari era society 4.0 menuju 5.0. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa dan dosen harus berani bergerak dari paradigma pembelajaran klasik yang hanya berpusat pada hafalan tekstual menuju pembelajaran yang komunikatif dan hidup.
Lebih lanjut, Ustadz Yoke memaparkan pentingnya menjaga integritas akademik saat menggunakan kemudahan AI agar tidak terjebak dalam halusinasi informasi buatan mesin. Beliau juga sangat menekankan konsep “High Tech, High Touch” dalam pendidikan di era modern. “Kecerdasan buatan tidak akan pernah menggantikan esensi seorang pendidik. Semakin tinggi teknologi yang digunakan, maka sentuhan humanis dan hubungan antar personal harus dibangun semakin kuat,” pungkasnya memberikan pesan mendalam bagi sivitas akademika STAINU.
Unduh informasi selengkapnya di sini Download