0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
YUDISIUM CALON WISUDAWAN/WISUDAWATI ANGKATAN KE-8 SEMESTER GASAL 2023/2024 STAINU MADIUN

YUDISIUM CALON WISUDAWAN/WISUDAWATI ANGKATAN KE-8 SEMESTER GASAL 2023/2024 STAINU MADIUN

Madiun, 21 Oktober 2023 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun telah melaksanakan yudisium bagi calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024. Acara ini berlangsung di Aula STAINU Madiun dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mahasiswa, dan dosen.

Sebanyak 16 mahasiswa siap untuk melangkah ke babak selanjutnya dalam perjalanan akademik mereka. Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), sementara 12 lainnya berasal dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Mereka telah menyelesaikan tugas akademik mereka dengan baik dan siap menghadapi tantangan baru di masa depan.

Acara yudisium ini juga dihadiri oleh Ketua STAINU Madiun, Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2, dan Wakil Ketua 3, yang memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada calon wisudawan/wisudawati. Selain itu, dosen-dosen dari program studi terkait juga turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dorongan moral kepada mahasiswa.

Salah satu momen penting dalam acara yudisium ini adalah ketika Ketua STAINU Madiun memberikan nasihat dan wejangan kepada para wisudawan/wisudawati. Beliau mengingatkan mereka tentang pentingnya mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh selama di bangku kuliah. Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan umat. Ketua STAINU Madiun mendorong para wisudawan/wisudawati untuk menjadikan ilmu sebagai sarana untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

Para calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024 di STAINU Madiun kini siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan harapan. Mereka telah menyelesaikan babak awal pendidikan tinggi mereka, dan dengan semangat yang tinggi, mereka akan meraih prestasi lebih besar di masa yang akan datang. Selamat dan sukses untuk semua calon wisudawan/wisudawati!

PERINGATAN HARI SANTRI 2023: JIHAD SANTRI JAYAKAN NEGERI DALAM PERJUANGAN INTELEKTUAL

PERINGATAN HARI SANTRI 2023: JIHAD SANTRI JAYAKAN NEGERI DALAM PERJUANGAN INTELEKTUAL

Hari Santri, yang diperingati setiap 22 Oktober di Indonesia, telah menjadi tradisi sejak Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 mengenai Hari Santri. Sebagai panduan pelaksanaan peringatan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama No SE 10 Tahun 2023 pada tanggal 11 Oktober 2023.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Tema peringatan Hari Santri tahun 2023 adalah ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’. Tema ini bertujuan untuk merayakan semangat dan dedikasi para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan melawan ketidakpahaman dan kebodohan. Di era yang penuh tantangan dan kompleksitas ini, konsep jihad tidak lagi merujuk pada pertempuran fisik, melainkan pada perjuangan intelektual yang penuh semangat.

Surat edaran tersebut menjelaskan bahwa santri berperan sebagai garda terdepan dalam melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan. Mereka adalah pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah dalam mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan, menggunakan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan. Dalam tradisi Islam, jihad intelektual dianggap sebagai cara untuk membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pengetahuan, dan santri dianggap sebagai teladan dalam menjalani jihad ini. Mereka memperdalam ilmu pengetahuan dan menyebarkan cahaya pengetahuan sebagai bagian dari peran mereka dalam masyarakat.


DOSEN STAINU MADIUN IKUTI PROGRAM SHORT COURSE PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN PEMULA KEMENAG RI

DOSEN STAINU MADIUN IKUTI PROGRAM SHORT COURSE PENINGKATAN KOMPETENSI DOSEN PEMULA KEMENAG RI

Dosen STAINU Madiun Ikuti Program Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Kemenag RI

Tulungagung, 15 Agustus 2023 – Pada Selasa, 15 Agustus 2023, short course Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2023, resmi dibuka. Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama ini diikuti oleh 2500 peserta dari seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., mewakili Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi membuka acara tersebut. Acara diadakan di Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta dan disiarkan daring kepada semua PTP di Indonesia. Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., menegaskan bahwa PKDP bertujuan memajukan profesionalisme dan kompetensi dosen untuk memberikan pendidikan berkualitas.


Kegiatan short course PKDP diikuti oleh 80 dosen di wilayah Jawa Timur, termasuk 2 dosen dari STAINU Madiun, yaitu Konik Naimah, M.S.I., dan Ana Indriana, M.E. Diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 15 hingga 20 Agustus 2023, di Crown Victoria Hotel Tulungagung, program ini bertujuan menghasilkan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kemampuan mengajar yang baik dan kualifikasi akademik yang unggul. Program ini mencakup empat dimensi substansi yang mendasari profesionalitas dosen, di antaranya kompetensi pedagogik, pembinaan karier, karya ilmiah, dan moderasi beragama.

KPM STAINU MADIUN 2023: SATUKAN LANGKAH MENUJU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KPM STAINU MADIUN 2023: SATUKAN LANGKAH MENUJU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Magetan, Setelah pelaksanaan pembekalan beberapa saat yang lalu, hari ini dilaksanakan pembukaan secara resmi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun 2023 bertempat di Kantor Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (25/07).

Sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, KPM ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam acara ini adalah Camat Takeran, Kapolsek Takeran, Danramil Takeran, Kepala Desa tempat KPM berlangsung, serta mahasiswa dan dosen pembimbing dari STAINU Madiun.

Dalam sambutan yang diwakili oleh Drs. H. Nurhadi, M.Pd, selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, diungkapkan bahwa KPM merupakan bagian dari tugas pokok sebuah Perguruan Tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang akan berguna ketika mereka nanti berada di tengah masyarakat setelah lulus dari STAINU Madiun.

Sambutan dari Camat Takeran yang diwakili Sekretaris Camat Takeran juga memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan KPM ini. Beliau berharap bahwa kegiatan KPM dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, jika dalam pelaksanaan KPM nanti ditemui kendala, Camat Takeran menegaskan agar para mahasiswa berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk mencari solusi bersama.

Dengan sinergi dari berbagai pihak, KPM STAINU Madiun 2023 diharapkan dapat mencapai tujuan yang diamanatkan, yaitu memberikan pengabdian yang berarti bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan di wilayah Desa Tawangrejo, Kepuhrejo, dan Kuwonharjo. Semoga kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun komunitas yang lebih maju dan berdaya.

12 AMALAN BULAN MUHARRAM DAN KEUTAMAANNYA

12 AMALAN BULAN MUHARRAM DAN KEUTAMAANNYA

Saat ini, umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Muharram 1445 H, dengan awal bulan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Bagi warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), pergantian ini tidak sekadar menjadi perubahan tanggal dalam kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan momen yang penting untuk memperkaya kehidupan spiritual dan meningkatkan amal ibadah.

Bulan Muharram memiliki keutamaan yang diakui oleh umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulan yang mulia dan di dalamnya terdapat hari yang paling mulia, yaitu hari Asyura. Sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam, Nahdliyin diharapkan tidak hanya melihat keutamaan ini sebagai peluang untuk berlalu begitu saja. Sebaliknya, momen ini harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna, baik secara individu maupun dalam lingkup sosial.

Dikutip dari laman resmi NU Online, berikut ini 12 amalan bulan Muharram dan keutamaannya.

  1. Berpuasa sunnah
  2. Melakukan shalat
  3. Bersedekah
  4. Menyambung silaturahmi
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama yang hidup maupun mati
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali

Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama membuat nadham sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ

صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ

وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.

Dengan demikian, maka hendaknya memastikan amalan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diupayakan 12 amalan tersebut dapat dilakukan tanpa ada yang tertinggal. Hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen untuk mengisi hari dengan ibadah yang utama. Wallahu a’lam.

KH. YAHYA CHOLIL STAQUF PAPARKAN PEMBARUAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM ACARA SILATURAHMI

KH. YAHYA CHOLIL STAQUF PAPARKAN PEMBARUAN ORGANISASI NAHDLATUL ULAMA (NU) DALAM ACARA SILATURAHMI

Madiun, Acara silaturahmi dihadiri oleh Kh. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Kh. Safullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU bertempat di pendopo Graha Krida Madiun kamis, 14/07/2023. Dalam kesempatan tersebut, Kh. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya memberikan wawasan tentang organisasi Nahdlatul Ulama dan pembaruan yang tengah dilakukan di internal NU.

Dalam sambutannya, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU sedang mengarah ke arah organisasi yang terstruktur dengan segala kegiatan yang harus terpusat, terukur, dan satu komando. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan NU, serta menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.

Acara ini dihadiri oleh puluhan hadirin yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) dan Majelis Wakil Cabang (MWC NU) wilayah Mataraman, Jawa Timur. Para peserta antusias mendengarkan paparan Gus yahya dan Gus Ipul serta melihat adanya semangat dan komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi NU.

Pembaruan yang dilakukan oleh NU bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, NU diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat dan menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.