TALKSHOW HSN 2023
Santri Dalam Lintasan Sejarah dan Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Society 5.0













Santri Dalam Lintasan Sejarah dan Tantangan Santri Dalam Menghadapi Era Society 5.0























Madiun, 21 Oktober 2023 – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun telah melaksanakan yudisium bagi calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024. Acara ini berlangsung di Aula STAINU Madiun dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, mahasiswa, dan dosen.
Sebanyak 16 mahasiswa siap untuk melangkah ke babak selanjutnya dalam perjalanan akademik mereka. Dari jumlah tersebut, 4 di antaranya berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES), sementara 12 lainnya berasal dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Mereka telah menyelesaikan tugas akademik mereka dengan baik dan siap menghadapi tantangan baru di masa depan.
Acara yudisium ini juga dihadiri oleh Ketua STAINU Madiun, Wakil Ketua 1, Wakil Ketua 2, dan Wakil Ketua 3, yang memberikan dukungan dan ucapan selamat kepada calon wisudawan/wisudawati. Selain itu, dosen-dosen dari program studi terkait juga turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dorongan moral kepada mahasiswa.
Salah satu momen penting dalam acara yudisium ini adalah ketika Ketua STAINU Madiun memberikan nasihat dan wejangan kepada para wisudawan/wisudawati. Beliau mengingatkan mereka tentang pentingnya mengamalkan ilmu yang telah mereka peroleh selama di bangku kuliah. Ilmu yang diperoleh tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat dan umat. Ketua STAINU Madiun mendorong para wisudawan/wisudawati untuk menjadikan ilmu sebagai sarana untuk berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.
Para calon wisudawan/wisudawati angkatan ke-8 Semester Gasal 2023/2024 di STAINU Madiun kini siap menghadapi masa depan dengan penuh semangat dan harapan. Mereka telah menyelesaikan babak awal pendidikan tinggi mereka, dan dengan semangat yang tinggi, mereka akan meraih prestasi lebih besar di masa yang akan datang. Selamat dan sukses untuk semua calon wisudawan/wisudawati!









Hari Santri, yang diperingati setiap 22 Oktober di Indonesia, telah menjadi tradisi sejak Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 mengenai Hari Santri. Sebagai panduan pelaksanaan peringatan tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama No SE 10 Tahun 2023 pada tanggal 11 Oktober 2023.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, Tema peringatan Hari Santri tahun 2023 adalah ‘Jihad Santri Jayakan Negeri’. Tema ini bertujuan untuk merayakan semangat dan dedikasi para santri sebagai pahlawan pendidikan dan perjuangan melawan ketidakpahaman dan kebodohan. Di era yang penuh tantangan dan kompleksitas ini, konsep jihad tidak lagi merujuk pada pertempuran fisik, melainkan pada perjuangan intelektual yang penuh semangat.
Surat edaran tersebut menjelaskan bahwa santri berperan sebagai garda terdepan dalam melawan ketidakpahaman, kebodohan, dan ketertinggalan. Mereka adalah pejuang ilmu pengetahuan yang tidak kenal lelah dalam mengejar pengetahuan dan kebijaksanaan, menggunakan buku sebagai senjata dan pena sebagai tongkat kebijaksanaan. Dalam tradisi Islam, jihad intelektual dianggap sebagai cara untuk membela nilai-nilai keadilan, perdamaian, dan pengetahuan, dan santri dianggap sebagai teladan dalam menjalani jihad ini. Mereka memperdalam ilmu pengetahuan dan menyebarkan cahaya pengetahuan sebagai bagian dari peran mereka dalam masyarakat.
Dosen STAINU Madiun Ikuti Program Short Course Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula Kemenag RI
Kegiatan short course PKDP diikuti oleh 80 dosen di wilayah Jawa Timur, termasuk 2 dosen dari STAINU Madiun, yaitu Konik Naimah, M.S.I., dan Ana Indriana, M.E. Diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 15 hingga 20 Agustus 2023, di Crown Victoria Hotel Tulungagung, program ini bertujuan menghasilkan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kemampuan mengajar yang baik dan kualifikasi akademik yang unggul. Program ini mencakup empat dimensi substansi yang mendasari profesionalitas dosen, di antaranya kompetensi pedagogik, pembinaan karier, karya ilmiah, dan moderasi beragama.
Magetan, Setelah pelaksanaan pembekalan beberapa saat yang lalu, hari ini dilaksanakan pembukaan secara resmi Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) STAINU Madiun 2023 bertempat di Kantor Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Selasa (25/07).
Sebagai bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi, KPM ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat. Hadir dalam acara ini adalah Camat Takeran, Kapolsek Takeran, Danramil Takeran, Kepala Desa tempat KPM berlangsung, serta mahasiswa dan dosen pembimbing dari STAINU Madiun.
Dalam sambutan yang diwakili oleh Drs. H. Nurhadi, M.Pd, selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, diungkapkan bahwa KPM merupakan bagian dari tugas pokok sebuah Perguruan Tinggi, yang melibatkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Para mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi dan keterampilan yang akan berguna ketika mereka nanti berada di tengah masyarakat setelah lulus dari STAINU Madiun.
Sambutan dari Camat Takeran yang diwakili Sekretaris Camat Takeran juga memberikan dukungan penuh untuk keberhasilan KPM ini. Beliau berharap bahwa kegiatan KPM dapat memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata bagi masyarakat. Selain itu, jika dalam pelaksanaan KPM nanti ditemui kendala, Camat Takeran menegaskan agar para mahasiswa berkoordinasi dengan pihak Desa dan Kecamatan untuk mencari solusi bersama.
Dengan sinergi dari berbagai pihak, KPM STAINU Madiun 2023 diharapkan dapat mencapai tujuan yang diamanatkan, yaitu memberikan pengabdian yang berarti bagi masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan di wilayah Desa Tawangrejo, Kepuhrejo, dan Kuwonharjo. Semoga kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membangun komunitas yang lebih maju dan berdaya.




Saat ini, umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Muharram 1445 H, dengan awal bulan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Bagi warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), pergantian ini tidak sekadar menjadi perubahan tanggal dalam kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan momen yang penting untuk memperkaya kehidupan spiritual dan meningkatkan amal ibadah.
Bulan Muharram memiliki keutamaan yang diakui oleh umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulan yang mulia dan di dalamnya terdapat hari yang paling mulia, yaitu hari Asyura. Sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam, Nahdliyin diharapkan tidak hanya melihat keutamaan ini sebagai peluang untuk berlalu begitu saja. Sebaliknya, momen ini harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna, baik secara individu maupun dalam lingkup sosial.
Dikutip dari laman resmi NU Online, berikut ini 12 amalan bulan Muharram dan keutamaannya.
Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama membuat nadham sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.
Dengan demikian, maka hendaknya memastikan amalan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diupayakan 12 amalan tersebut dapat dilakukan tanpa ada yang tertinggal. Hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen untuk mengisi hari dengan ibadah yang utama. Wallahu a’lam.
Madiun, Acara silaturahmi dihadiri oleh Kh. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), dan Kh. Safullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU bertempat di pendopo Graha Krida Madiun kamis, 14/07/2023. Dalam kesempatan tersebut, Kh. Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya memberikan wawasan tentang organisasi Nahdlatul Ulama dan pembaruan yang tengah dilakukan di internal NU.
Dalam sambutannya, Gus Yahya menjelaskan bahwa NU sedang mengarah ke arah organisasi yang terstruktur dengan segala kegiatan yang harus terpusat, terukur, dan satu komando. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan NU, serta menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi kegiatan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.
Acara ini dihadiri oleh puluhan hadirin yang berasal dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) dan Majelis Wakil Cabang (MWC NU) wilayah Mataraman, Jawa Timur. Para peserta antusias mendengarkan paparan Gus yahya dan Gus Ipul serta melihat adanya semangat dan komitmen untuk memperbaiki dan memperkuat organisasi NU.
Pembaruan yang dilakukan oleh NU bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan efektivitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya koordinasi yang lebih baik, NU diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat dan menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.








Ponorogo, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun secara resmi menggelar pembukaan dan pelepasan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kolaboratif Moderasi Beragama yang akan berlangsung hingga 18 Agustus 2023. KPM ini akan dilaksanakan di Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung, serta Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.
KPM Kolaboratif Moderasi Beragama kali ini menjadi ajang kolaborasi antara beberapa perguruan tinggi, yaitu STAINU Madiun, IAIN Ponorogo, STABN Raden Wijaya Wonogiri, INSURI Ponorogo, IAI Ngawi, dan STAIMAS Wonogiri. Dengan melibatkan berbagai institusi, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan sinergi antar perguruan tinggi dalam mengusung tema Moderasi Beragama.
Selama KPM berlangsung, mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi tersebut akan bersama-sama melaksanakan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. STAINU Madiun, yang diwakili oleh Ilfa Nur Rohmatin dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Lailatun Nadhipah dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES).
Muhammad Hamdan, perwakilan dari Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAINU Madiun, menyampaikan harapannya bahwa program KPM ini akan membawa perubahan yang signifikan. Ia berharap bahwa melalui kegiatan ini, akan terjadi peningkatan pemahaman tentang moderasi beragama serta memperkuat ukhuwah dan silaturrahim antar institusi.
Kegiatan KPM Kolaboratif Moderasi Beragama ini bertujuan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di Desa Gelang Kulon dan Desa Bulu Lor. Para peserta KPM akan terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti pelatihan, penyuluhan, pemberdayaan ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya.
Bupati Ponorogo dan Rektor IAIN Ponorogo berharap bahwa melalui KPM ini, tercipta harmoni serta toleransi antar umat beragama di Ponorogo dan sekitarnya. Kolaborasi antar perguruan tinggi dan partisipasi aktif dari STAINU Madiun diharapkan dapat memperkuat ikatan ukhuwah dan silaturrahim antar institusi pendidikan.
Kegiatan KPM Kolaboratif Moderasi Beragama ini diharapkan mampu menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dan dosen, diharapkan terwujud kesadaran akan pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam menjalin kerukunan dan kedamaian.





