Tulungagung, 15 Agustus 2023 – Pada Selasa, 15 Agustus 2023, short course Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2023, resmi dibuka. Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dan Badan Litbang serta Diklat Kementerian Agama ini diikuti oleh 2500 peserta dari seluruh Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., mewakili Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi membuka acara tersebut. Acara diadakan di Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta dan disiarkan daring kepada semua PTP di Indonesia. Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T., menegaskan bahwa PKDP bertujuan memajukan profesionalisme dan kompetensi dosen untuk memberikan pendidikan berkualitas.
Kegiatan short course PKDP diikuti oleh 80 dosen di wilayah Jawa Timur, termasuk 2 dosen dari STAINU Madiun, yaitu Konik Naimah, M.S.I., dan Ana Indriana, M.E. Diselenggarakan selama 6 hari mulai tanggal 15 hingga 20 Agustus 2023, di Crown Victoria Hotel Tulungagung, program ini bertujuan menghasilkan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang memiliki kemampuan mengajar yang baik dan kualifikasi akademik yang unggul. Program ini mencakup empat dimensi substansi yang mendasari profesionalitas dosen, di antaranya kompetensi pedagogik, pembinaan karier, karya ilmiah, dan moderasi beragama.
Jul 17, 2023 | Berita
Saat ini, umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki bulan Muharram 1445 H, dengan awal bulan jatuh pada Rabu, 19 Juli 2023. Bagi warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), pergantian ini tidak sekadar menjadi perubahan tanggal dalam kalender, tetapi lebih dari itu, merupakan momen yang penting untuk memperkaya kehidupan spiritual dan meningkatkan amal ibadah.
Bulan Muharram memiliki keutamaan yang diakui oleh umat Islam. Rasulullah Muhammad SAW bersabda bahwa Muharram adalah bulan yang mulia dan di dalamnya terdapat hari yang paling mulia, yaitu hari Asyura. Sebagai umat yang berpegang teguh pada ajaran Islam, Nahdliyin diharapkan tidak hanya melihat keutamaan ini sebagai peluang untuk berlalu begitu saja. Sebaliknya, momen ini harus diisi dengan amalan-amalan yang bermakna, baik secara individu maupun dalam lingkup sosial.
Dikutip dari laman resmi NU Online, berikut ini 12 amalan bulan Muharram dan keutamaannya.
- Berpuasa sunnah
- Melakukan shalat
- Bersedekah
- Menyambung silaturahmi
- Mandi
- Memakai celak mata
- Berziarah kepada ulama yang hidup maupun mati
- Menjenguk orang sakit
- Menambah nafkah keluarga
- Memotong kuku
- Mengusap kepala anak yatim
- Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali
Untuk mempermudah ingatan, sebagian ulama membuat nadham sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur fi Ad’iyyati Tasyrahus Shudur sebagaimana berikut:
فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ
Artinya: Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘Asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shlatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjengk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali.
Dengan demikian, maka hendaknya memastikan amalan apa yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Diupayakan 12 amalan tersebut dapat dilakukan tanpa ada yang tertinggal. Hal tersebut juga sebagai bentuk komitmen untuk mengisi hari dengan ibadah yang utama. Wallahu a’lam.