Pelantikan & Serah Terima Jabatan Ketua STAINU Madiun


















Pengumuman Mahasiswa
Surabaya – PW LPTNU Jawa Timur mengadakan acara Sosialisasi instrumen asesmen Jabatan Fungsional yang dihadiri Direktur Sumberdaya Ditjen Dikti Dr. M Sofwan Efendi, Kepala LLDIKTI Wil VII Prof Dyah Sawitri, Pengurus Pusat LPTNU, dan Prof Ahmad Jazidie sebagai ketua LPTNU Jatim / Rektor UNUSA serta sejumlah PW LPTNU yang lain. Acara dilaksanakan di Lantai 9 Auditorium UNUSA. Peserta kegiatan ini berjumlah 200 orang, yang terdiri dari perwakilan dari dosen PTNU Se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof Jazidie menyampaikan terkait pentingnya jabatan fungsional bagi PTNU. Sementara Kepala LLDIKTI Prof Dyah dalam sambutanya via zoom mengapresiasi dan mendukung kegiatan sosialisasi Jabatan fungsional bagi dosen yang dilakukan oleh LPTNU Jawa Timur.
Dalam paparannya pemateri dari tim direktorat sumberdaya Iwan Winardi menyampaikan beberapa hal terkait jabatan fungsional dosen, pertama ada beberapa perubahan dalam Peraturan Operasional (PO) Kenaikan Jabatan fungsional dari PO yang lama ke PO yang baru, namun perubahan tersebut tidak begitu singnifikan. Kedua, syarat tambahan menuju Guru besar, prosedur loncat jabatan dan syarat tambahan yang memiliki S3 sebelum 3 tahun . Ketiga, kebijakan PAK dosen terbaru. Antusias peserta pelatihan terkait loncat jabatan dan kebijakan-kebijakan PAK terbaru terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta pelatihan., pertanyaan tersebut dilontarkan peserta dari UMAHA, UNUSA dan Unsuri Surabaya, serta beberapa peserta perwakilan beberapa PTNU lain. Lebih lanjut Iwan mendorong LPTNU mempererat jalinan silaturrahmi yang telah ada dalam bentuk kolaborasi penulisan jurnal antar dosen dari perguruan tinggi di lingkungan PTNU, dengan begitu peningkatan kualitas Dosen di PTNU akan semakin berkembang pesat. Acara pelatihan jabatan fungsional dosen dilingkungan PTNU ditutup pukul 12:00 WIB oleh Prof Kacung Marijan, selakui Wakil Rektor I UNUSA yang memberikan penghargaan kepada Pemateri. Doa penutup disampaikan oleh oleh Dr. Abdul Hamid, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Mojokerto – Akreditasi sangatlah penting untuk keberlangsungan sebuah lembaga Pendidikan tak terkecuali Perguruan Tinggi. Salah satunya untuk menjamin kualitas dan mutu dari lulusan dari perguruan tinggi tersebut.
Di dalam peraturan menteri pendidikan RI Nomor 28 Tahun 2005 pun sudah diatur mengenai akreditasi sebuah lembaga pendidikan yang diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). namun sejak 2012 lembaga akreditasi dialihkan ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) sesuai dengan rumpun ilmu yang relevan, tujuannya dalah untuk menentukan kelayakan perguruan tinggi negeri dan swasta atas dasar kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Kiat-kiat dan strategi untuk menjamin kualitas dan mutu setiap perguruan tinggipun semakin ditingkatkan tak terkecuali STAINU Madiun yang pada kesempatan kemarin mendapatkan undangan Program Percepatan Akreditasi Program Studi PTKIS Tahun 2022 Kopertais Wilayah IV Surabaya yang diselenggarakan di Grand Whiz Hotel Trawas Mojokerto.
Pada acara tersebut diawali dengan laporan ketua Panitia sekaligus Sekretaris Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya Dr. H. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I, M.Si menyampaikan bahwa program ini diikuti oleh 65 prodi, 5 perwakilan konsorsium LPM, 2 Forpim dari seluruh wilayah Jawa Timur. Serta dihadiri oleh seluruh jajaran Kopertais IV.
Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip., SEA, Ph.D, Koordinator Kopertais IV Surabaya diawal sambutannya memberikan analogi pentingnya akreditasi dengan sholat. “Sholat itu kewajiban, atau kebutuhan? Jika sholat hanya sebuah kewajiban, maka akan melaksanakannya untuk menggugurkan kewajibannya, akan tetapi sebenarnya sholat itu adalah kebutuhan. Begitu juga terkait akreditasi, akreditasi bukan sekedar kewajiban, tapi sudah menjadi kebutuhan setiap program studi.” Paparnya.
Lanjutnya beliau menyampaikan bahwa pentingnya untuk terus mejaga budaya jaminan mutu. Karena pendidikan itu adalah action bukan event, sehingga akreditasi telah menjadi nafas dalam dunia pendidikan. Beliau sebagai koordinator juga menekankan peran dan tugas kopertais dalam pengawasan, pengendalian dan pembinaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Jawa Timur, sehingga program pendampingan akreditasi ini bisa terlaksana. Diakhir sambutannya beliau menyampaikan telah menyampaikan masukan kepada Menko dan anggota DPR terkait besarnya biaya LAM, agar bisa biaya ditanggung oleh Negara.
Acara pembukaan ditutup do’a oleh Dr. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag, wakil Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya. Acara ini akan berlansung selama tiga hari, sejak 24-26 Oktober 2022. Untuk pemateri mengundang asesor dari Lamdik, BAN-PT dan Lamemba.
Seluruh peserta dibagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan pembagian ruang akreditasi masing-masing. Diharapkan dari program ini, seluruh prodi yang akan habis masa berlaku akreditasi tahun 2022 dan 2023 bisa mensubmit borang dengan baik dan tepat waktu, serta bisa mempertahankan akreditasi bahkan meningkatkan hingga bisa bisa meraih akreditasi UNGGUL.