PENDAFTARAN & PELAKSANAAN MUNAQOSAH SKRIPSI GEL. I

Unduh fil disini

Unduh fil disini

Unduh file disini
Dalam sesi ini, Ummu Habibah menekankan pentingnya membangun organisasi yang solid sebagai landasan dalam menegakkan nilai-nilai amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik akan kalah oleh keburukan yang tersusun secara rapi dan sistematis. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa struktur organisasi yang kuat di pesantren tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan karakter santri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa organisasi pesantren harus mampu beradaptasi dengan visi dan misi lembaga serta membangun budaya yang selaras dengan tujuan jangka panjangnya. “Budaya organisasi yang baik akan membentuk generasi pemimpin berkarakter, yang kelak dapat membawa perubahan positif bagi bangsa,” ujarnya.
Dengan adanya pelatihan kepemimpinan ini, diharapkan para santri tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mengembangkan keterampilan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berintegritas dan mampu membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
Madiun – Ketua Aswaja Center STAINU Madiun, Ummu Habibah, memberikan pembekalan kepada calon instruktur dan pelatih IPNU-IPPNU Cabang Madiun. Kegiatan tersebut berlangsung di MI Assalam Kebonagung, Balerejo, Madiun, pada Minggu (26/1). Tujuan dari pembekalan ini adalah mempersiapkan calon pelatih agar mampu mendampingi anggota IPNU-IPPNU dengan lebih baik dalam menghadapi tantangan zaman.
Dalam sesi tersebut, Ummu Habibah menyampaikan materi tentang tugas perkembangan remaja yang sangat relevan dengan kebutuhan para pelatih dalam membimbing generasi muda. Ia menjelaskan bahwa remaja berada dalam fase transisi yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam aspek psikologi, sosial, dan pendidikan. Menurut Ummu Habibah, pelatih harus memahami karakteristik dan kebutuhan remaja agar dapat memberikan bimbingan yang efektif dan sesuai.
Selain itu, Ummu Habibah juga membahas materi mengenai kesehatan reproduksi, yang menjadi isu penting di kalangan remaja saat ini. Ia menekankan perlunya edukasi yang berbasis informasi benar dan akurat, sehingga remaja lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan tubuh mereka. Sebagai instruktur dan pelatih, mereka diharapkan mampu memberikan edukasi serta menginspirasi anggota untuk menjaga kesehatan reproduksi secara bijak.
Kegiatan ini mendapat tanggapan positif dari para peserta. Diharapkan, pembekalan ini dapat meningkatkan kualitas kader IPNU-IPPNU Cabang Madiun, sehingga mereka mampu menghadapi perkembangan zaman dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Mahasiswa yang dilantik adalah Budi Setiawan, Fadkur Zainul Arifin, Dewi Tri Wulandari, Ibnu Muzzakir, Sigit Purnomo Aji, Ridho Drajat, Nur Salim, Indah Permatasari, dan Lia Okky Handini. Pelantikan dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) PMII yang diwakili oleh M. Irham, Sekretaris Jenderal PMII.
Dalam sambutannya, M. Irham menegaskan pentingnya PMII untuk tetap bergerak berlandaskan prinsip Ahlussunnah Waljamaah. “Pergerakan kita harus berpegang pada keislaman yang moderat dan nilai-nilai Ahlussunnah Waljamaah. Prinsip ini akan menjadi landasan bagi setiap langkah kita,” ujar M. Irham.
Wakil Penjabat (Pj.) Bupati Madiun juga turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Beliau menyebutkan bahwa pelantikan ini merupakan momentum yang sangat berharga. “Kami berharap pengurus PMII Madiun dapat terus berkontribusi tidak hanya di dunia akademik, tetapi juga dalam pengembangan sosial, budaya, dan kemasyarakatan di Madiun,” ujar Wakil Pj. Bupati.
Acara pelantikan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa, alumni, organisasi, serta pemerintah. Selain itu, diharapkan semakin memperkuat peran serta PMII Madiun dalam berbagai bidang, baik sosial, pendidikan, maupun keagamaan.