0351 2811531 stainumadiun@gmail.com
Madiun, 23 Mei 2026 – Dunia pendidikan tinggi tak bisa lagi menghindar dari pusaran kecerdasan buatan (AI). Kesadaran ini menjadi sorotan utama dalam acara Studium Generale STAINU Madiun yang mengusung tema “Desain Pembelajaran Bahasa Arab Abad 21: Interaktif, Kontekstual, dan Berbasis AI” pada Sabtu (23/5/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Abdullah Muhdi, M.H., yang hadir sebagai narasumber, memberikan motivasi tajam kepada para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa mahasiswa STAINU Madiun tidak boleh merasa inferior atau kalah bersaing dengan kampus-kampus besar meskipun berada di wilayah kabupaten. Menurutnya, kompetensi abad 21 menuntut adaptasi teknologi di mana AI telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan masyarakat.

“Ini adalah kompetisi. Percayalah bahwa suatu saat lulusan STAINU Madiun bisa menjadi pionir dan pemain aktif di era AI,” tegas Abdullah Muhdi di hadapan ratusan mahasiswa.

Sementara itu, pakar pendidikan bahasa Arab dari Universitas Darussalam Gontor, Assoc. Prof. Yoke Suryadarma, M.Pd.I., yang lebih akrab disapa Ustadz Yoke mengupas tuntas transformasi dari era society 4.0 menuju 5.0. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa dan dosen harus berani bergerak dari paradigma pembelajaran klasik yang hanya berpusat pada hafalan tekstual menuju pembelajaran yang komunikatif dan hidup.

Lebih lanjut, Ustadz Yoke memaparkan pentingnya menjaga integritas akademik saat menggunakan kemudahan AI agar tidak terjebak dalam halusinasi informasi buatan mesin. Beliau juga sangat menekankan konsep “High Tech, High Touch” dalam pendidikan di era modern. “Kecerdasan buatan tidak akan pernah menggantikan esensi seorang pendidik. Semakin tinggi teknologi yang digunakan, maka sentuhan humanis dan hubungan antar personal harus dibangun semakin kuat,” pungkasnya memberikan pesan mendalam bagi sivitas akademika STAINU.