Madiun – Menjawab keresahan orang tua terkait pola asuh di era digital, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Madiun, Dr. Ummu Habibah, M.Pd.I., turun langsung menyapa wali murid MI Nurul Iman Ngendut, Pucanganom, Kebonsari. Kehadirannya ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM).
Mengusung tema “Mendidik Generasi Alfa: Strategi Menjaga Fokus dan Daya Juang Anak”, acara ini diikuti secara antusias oleh seluruh wali murid kelas I hingga VI. Dalam paparannya, Dr. Ummu Habibah menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga sangat krusial untuk memahami serta menjaga psikologi anak di tengah gempuran arus digital.
“Generasi Alfa memiliki karakteristik unik, mulai dari kecenderungan serba instan hingga tingginya kebutuhan akan validasi sosial. Tantangan terbesar orang tua saat ini adalah bagaimana tetap menjadi jangkar agar anak tidak kehilangan daya juang dan kemampuan fokus di dunia nyata,” jelas Dr. Ummu Habibah.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena kelebihan beban informasi (digital overload) yang rentan memicu krisis kesehatan mental dan kecemasan pada anak. Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 59 persen anak saat ini menjadikan game sebagai pelarian dari stres akibat stimulasi digital yang simultan.
Melalui sesi diskusi yang interaktif, para wali murid diajak merumuskan strategi pengasuhan yang lebih suportif. Beberapa langkah praktis yang ditekankan meliputi pembatasan screen time (waktu layar) secara bijak, serta mengarahkan anak pada aktivitas fisik yang mampu menstimulasi empati dan kemampuan sosial mereka.
Kepala MI Nurul Iman Ngendut, Henfrik Afif Pratama, S.Pd., menyambut positif inisiatif pengabdian ini. Ia berharap bekal materi dan sudut pandang baru yang didapatkan oleh para orang tua dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang harmonis dan selaras antara rumah dan madrasah demi optimalisasi tumbuh kembang anak.



