MELANGKAH BERSAMA MASYARAKAT MENUJU PERUBAHAN

Ponorogo (07/05/2017). Masih dalam sisa- sisa rangkaian hari Kartini, bertempat di kediaman Ibu Ulul Syahdiana pertemuan rutinan komunitas KAMI (Keluarga Alumni Migran Indonesia) cabang Ponorogo dilaksanakan. KAMI merupakan wadah tempat berkumpulnya para alumni TKI. Dalam hal ini STAINU Madiun bertindak sebagai partner yang mencoba untuk selalu menjadi pendamping sekaligus pendengar setia bagi mereka. Pada kesempatan kali ini, kami memberikan pelatihan craft skill membuat kerajinan paper flower. Hiasan dekorasi yang berbahan dasar kertas yang bernilai ekonomis, dengan kata lain bisa untuk diperjual belikan. Pelatihan ini merupakan salah satu wujud upaya kami untuk memberdayakan mereka, mengingat mayoritas anggota komunitas ini adalah kaum hawa. Diharapkan keterampilan yang mereka pelajari bisa dikembangkan lebih lanjut sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan pendapatan mereka, agar tetap survive and sustain. Hal ini sesuai dengan visi para TKI purna yaitu – sukses di rantau, mulia dan mandiri di negeri sendiri –, mewujudkan masyarakat berdaya yang bertumpu pada sumber daya lokal.

Prinsip utama dari community engagement adalah merubah kaidah lama dari doing for the community to doing with the community. Artinya masyarakat bukanlah “alat” akan tetapi mereka adalah “partner” yang harus dirangkul untuk melangkah bersama menuju cita. Cara ini dirasa cukup ampuh mendorong masyarakat menjadi aktif dan dinamis sekaligus mampu mengidentifikasi kebutuhan yang sifatnya riil. Karena peran utama kita sebagai pengabdi adalah fasilitator bagi mereka, mencoba untuk terus mengakomodir dan menyuarakan kebutuhan- kebutuhan mereka agar bisa didengar oleh publik. Sedikit mengingat pengalaman ketika di India, adanya big campaign tentang pengabdian masyarakat untuk perubahan yang lebih baik dengan slogan Kadam Badhate Chalo yang berarti Let’s Keep Moving Forward Together. Majulah terus perempuan- perempuan Indonesia! (Anis)

Leave a Reply