PEREMPUAN DALAM LENSA GENDER

4

Hari kelima di India masih diiringi dengan semangat dan antusias dari keduabelas peserta SCCO. Program tahunan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam ini merupakan sarana sekaligus tantangan bagi peserta untuk bergaul dan bekerja bersama dengan komunitas yang berbeda secara bahasa dan budaya (to work in different languages and cultures). Kajian gender tak luput dari materi yang diagendakan oleh pihak PRIA. Overview tentang gender disampaikan oleh Dr. Nandita Pradhan, ia menyampaikan pentingnya menggunakan “lensa” gender untuk mengamati dan mengidentifikasi persoalan- persoalan yang timpang, terutama yang berkaitan dengan perempuan.

Gender sebagai sebuah perspektif mempunyai berbagai asumsi dasar, model, konsep, serta metode yang digunakan untuk mengungkapkan dan menampilkan adanya fenomena gender dalam suatu masyarakat serta berbagai persoalan sosial- budaya yang ditimbulkannya. Dengan menggunakan perspektif ini, kepekaan kita terhadap fenomena gender akan menjadi lebih kuat. Kita dapat memberi perhatian pada pola- pola interaksi, relasi, dan pemisahan peran antara laki- laki dan perempuan, serta berbagai macam implikasinya.

5

Gender dapat diartikan sebagai perbedaan yang tampak antara laki- laki dan perempuan dilihat dari segi nilai, pekerjaan (role) dan perilaku. Secara umum, gender digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki- laki dan perempuan dari segi sosial budaya. Hal ini berbeda dengan sex yang secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan laki- laki dan perempuan dari segi anatomi biologi. Isu- isu tentang gender mainstreaming menjadi topik yang menarik untuk didiskusikan. Gender mainstreaming menekankan bahwa laki- laki dan perempuan itu sama akan tetapi berbeda (equal but different).

            Women empowerment dan women agency adalah keyword yang perlu untuk digarisbawahi. Women empowerment adalah suatu kondisi di mana perempuan mendapatkan pengakuan (recognition), selain itu perempuan juga memiliki kemampuan untuk membuat keputusan (decision making). Dalam hal ini, Nandita mengilustrasikan tiga wilayah bagi perempuan untuk menunaikan perannya yaitu productive, reproductive and community.

2

Sedangkan istilah agency atau women agency dalam wacana gender, diartikan sebagai kapasitas dan kemampuan perempuan untuk membuat keputusan dan menentukan pilihan hidup, serta bebas dari kekerasan dan rasa takut. Agensi adalah sebagai sarana bagi perempuan untuk memberdayakan diri (self-empowerment). Keterlibatan perempuan dalam agensi akan membuka lebar kesempatan bagi mereka untuk berkembang dan mengembangkan diri. Perempuan adalah bagian dari masyarakat, sehingga mereka juga harus ikut berpartisipasi dan berperan dalam perkembangan di masyarakat. Perempuan bukan lagi objek, akan tetapi mereka adalah subjek yang memiliki akses penuh untuk memilih dan menentukan hidupnya.

Di kelas Nandita, kami juga melakukan praktek untuk membuat social maps yang bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi- lokasi tertentu yang ada di lingkungan masyarakat kemudian memberikan kategori tempat berbahaya (unsafe) dan tidak berbahaya (safe) bagi perempuan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya sexual harrasment di kalangan masyarakat.

3

1

Pengalaman di India yang berkaitan dengan perempuan seperti membangunkan dan menyadarkan kita bahwa dahulu Indonesia juga menghadapi masalah yang sama. PRIA Academy dengan slogan knowledge, voice and democracy menawarkan beribu metode dan teknik untuk perubahan dan pengembangan untuk komunitas global. Membangkitkan kesadaran akan pentingnya pengembangan yang berkelanjutan (sustainable development). (An’s)

Leave a Reply